Cuaca “Kota 1000 Sungai, Banjarmasin nan Bungas” dalam beberapa hari di pertengahan bulan Desember ini lumayan agak dingin bila dibanding hari-hari biasanya, karena di sepanjang hari, terutama sejak sore sampai pagi keesokan harinya, sering diguyur hujan dengan intensitas yang rata-rata cukup lebat.
Bahkan pagi buta kali ini (17/12), dalam perjalanan saya dari rumah di Km.7 A. Yani atau kawasan Kertakhanyar menuju ke arah ke Kota Banjarbaru, menuju ke akses terminal baru Bandar Udara Internasional Syamsoedin Noor yang berjarak sekitar 20-an km masih juga dikawani oleh gerimis, bahkan di beberapa lokasi setelah shalat Subuh di Masjid Mujahidin, Gambut, banyak titik yang hujannya lumayan lebat. Alhamdulillah, berkahNya di pagi ini, udara jadi lebih beraihan sueeeegeeeer!!!
Jaga Jarak Saat "Boarding" di Masa Pandemi Covid-19 | @kaekaha
Oya, karena ini penerbangan pertama saya di masa Pandemi covid-19 yang “naga-naganya” akan sedikit lebih ribet bila dibandingkan dengan penerbangan di masa aman, makanya saya memilih berangkat lebih awal menuju bandara.
Mungkin karena memang musim penghujan ya kawan! Makanya dalam “aturan main” yang dikirim panitia Writingthon Jelajahi Sumedang kemarin lusa, kita para peserta juga disarankan untuk membawa perlengkapan jas hujan, payung atau mantel/jaket anti air guna mengantisipasi cuaca musim penghujan selama even berlangsung yang basah banget!
Apalagi kita semua tahu, geografi Sumedang yang didominasi oleh dataran tinggi, juga punya curah hujan lumayan tinggi. Nah lho! Sudah gitu, menurut spil dari panitia, lokasi even Writingthon Jelajahi Sumedang ini berada di kawasan Sumedang Selatan.
Lokasinya lumayan ekstrim, di penginapan bergaya resort keren di punggung gunung yang masih dikelilingi hutan dan relatif jauh dari perkampungan penduduk. Pastinya, sering banget hujaaaaaaan dan dingin banget! Hi...hi...hi...
Batik Air Take Off | @kaekaha
Bismillah. Tepat pukul 08.00 WITA, pesawat Batik Air yang menerbangkan saya ke Sumedang via Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, take off juga dengan mulus dari landasan pacu Bandara Syamsoedin Noor meski gerimis pagi masih saja membasahi bumi Banjar, hingga akhirnya setelah sekitar 1,5 jam atau 90 menitan di udara, pesawat akhirnya landing dengan mulus juga di bandar udara terbesar di Indonesia ini.
Setelah keluar dari pesawat dan singgah sebentar di terminal kedatangan, smartphone saya yang baru saja aktif kembali langsung diserbu oleh notif yang masuk dan dua diantaranya dari Mas Mustaqim (sesama alumni Writingthon Asian Games, 2018) dan Mbak Yeni , crew dari Bitread yang selalu bertugas menjemput peserta Writingthon dari luar daerah via Bandara Soetta.
Reunian Sama Mas Mustaqim dari Metro, Lampung | @kaekaha
Setelah
konfirm sejenak dengan mereka berdua akhirnya saya langsung keluar
terminal untuk bertemu mereka berdua yang sudah saya kenal sejak saya
terlibat di dua even Writingthon sebelumnya dan Alhamdulillah, akhirnya
saya bisa ketemu lagi dengan Mas Mustaqim yang landing dari
Metro-Lampung beberapa jam sebelum saya. Tapi kok nggak ada Mbak Yeni
ya!? Malah yang tampak peserta terpilih dari Pasuruan, Neng Darma Anggat
yang juga landing beberapa saat sebelumnya.
Ternyata Mbak Yeni lagi belanja perlengkapan “jalan” menuju ke Sumedang di minimarket. Excited banget bisa ngobrol ngalor-ngidul melepas kangen lagi dengan mereka semua, nggak lama landing juga Mas Asrul Rizky, dosen berprestasi dari Aceh, peserta terakhir yang kita tungguin sebelum let’s go ke Sumedang.
Eiiiiits...tunggu dulu, kita masih ada Mas Deta Arya Intifada, Kompasianer senior yang juga jurnalis, tapi dia tinggal di Jakarta dan sepertinya tempat tinggalnya satu jalur dengan rute penjemputan dari Bandara, makanya dia nungguin kita di jalanan rute menuju Sumedang.
Makan Siang dan Ishoma di Rest Area | @kaekaha
Perjalanan menuju Sumedang via tol lancar jaya! Kita menyempatkan Ishoma alias istirahat sambil sholat dan makan di rest area
tol km ... ah saya lupa…di km berapa, api lumayanlah, punggung bisa
kembali tegak setelah perut diisi bensin eh... maksudnya diisi nasi!
He...he...he... kalau isi bensin untuk mobil, kita stop sekalian antri
di toilet POM bensin ketika hari sudah mulai senja selepas melewati
kampus-kampus terkenal di Jatinangor, pintu masuk Sumedang dari arah
Bandung dan Jakarta.
Isi Bensin. Ada yang Tahu Lokasi SPBU ini!? | @kaekaha
Setelahnya, kami langsung menuju penginapan “Kampung Karuhun” di Sumedang Selatan. Sempat Melawati Kota Sumedang yang kami kenali dari tulisan besar “Alun-alun Sumedang” di sudut alun-alun. Ternyata dari sini kami masih terus dan terus menjauh dari kota.
Kami terus menyusuri jalanan perkampungan yang relatif sempit tapi beraspal dengan kombinasi rumah penduduk yang relatif jarang, sawah, hutan dan kadang-kadang tampak jurang dengan sungai-sungai berair mengalir deras.
Aliran Sungai Cihonje | @kaekaha
Diiringi senja yang basah oleh rintik hujan, mobil kami masih terus menyusuri tepian hutan dan sepertinya malah menjauh dari keramaian. Bukan lagi menjauh dari keramaian Kota Sumedang, tapi kita menjauh dari keramaian kampung terdekat!
Nah lho... kecurigaan saya dan mungkin teman-teman alumni Writingthon lainnya mulai terjawab. Sepertinya ini jawaban misteri “aturan main” disuruh membawa perlengkapan mandi sendiri. Jangan-jangan...?
Hutan di Sekitar Penginapan Tampak Hijau Menyejukkan | @kaekaha
Memang diluar kebiasaan dalam even Writingthon, kita peserta diwajibkan membawa peralatan mandi sendiri. Bukannya peralatan ini sudah disiapkan oleh penginapan. Lah pasti ada apa-apanya ini!?
Senja benar-benar hampir berganti malam ketika kami sampai di Kampung Karuhun, resort bergaya villa di punggung gunung yang masih dikelilingi hutan lebat dengan bunyi gareng pung alias tonggeret yang bersaut-sautan dan juga kawanan monyet yang terlihat masih cukup banyak bergelantungan di pepohonan sekitar. Selebihnya sunyi dan sepiiiiiii.
Begitu memasuki area Kampung Karuhun, kami langsung disambut oleh panitia dan diminta langsung untuk registrasi dan mengambil semua kelengkapan atribut yang dikemas dalam totte bag cantik dengan ilustrasi Writingthon Jelajahi Sumedang 2020 dan juga mengisi berkas-berkas yang diperlukan untuk kepentingan akomodasi dan lain-lainnya.
Dari sini kami baru mengetahui, kalau rombongan kami ternyata menjadi yang paling akhir sampai di lokasi. Untuk peserta dari kawasan Sumedang dan sekitarnya sudah masuk camp sejak siang, sedangkan peserta dengan titik jemput di Jakarta tapi non pesawat terbang sudah tiba di lokasi sejak sebelum waktu Ashar tiba.
Kampung Karuhun | @kaekaha
Bersabung ke artikel ke-tiga "Malam Pertama" di Writingthon Jelajahi Sumedang
Terima kasih, Semoga bermanfaat
Salam matan Kota 1000 Sungai, Banjarmasin nan Bungas!
Even literasi "super keren" bertajuk Writingthon Jelajahi Sumedang (WJS-2019)
ini, kalau tidak salah merupakan even Writingthon besutan Bitread
Publishing yang ke-7, tapi sepertinya menjadi even Writingthon berlevel
nasional dengan gaung terbesar ke-3 yang pernah dilaksanakan, setelah Writingthon Asian Games(WAG-2018) dan Writingthon Jelajah Kota Garut (WJKG-2019), tidak heran jika di setiap penyelenggaraannya peserta yang submit karya tulis feature
populer sesuai tema yang diperlombakan selalu jauh melebihi target,
menurut rilis panitia lebih dari dua ribuan karya! Woooooooow...
Menariknya, even literasi pariwisata dan budaya yang secara resmi berlabel "Writingthon Jelajahi Sumedang" (2020) ini, merupakan even ke-2 setelah Writingthon Jelajah Kota Garut (2019) dari rencana even Writingthon series di berbagai Kota/Kabupaten di Jawa Barat.
Sayang seribu kali sayang, pandemi covid 19 tidak hanya "membuyarkan" rencana Writingthon series saja yang entah kapan akan kembali lagi?
Writingthon Jelajahi Sumedangyang
sejatinya sudah direncanakan dengan matang, juga ikut terkena imbasnya,
hingga memunculkan beragam drama yang sungguh sangat unik dan menarik
kisahnya. Mau tahu kroniknya? Yuk baca sampai habis ya...
Publikasi even Writingthon Jelajahi Sumedang (WJS) | Bitread.id
Publikasi even Writingthon Jelajahi Sumedang (WJS)
hasil kerjasama bitread publishing, pemkab Sumedang, PHRI dan komunitas
kreatif lainnya ini bertebaran di berbagai media sosial Bitread.id,
pemerintah Kabupaten Sumedang, PHRI dan para pegiat literasi lainnya
sejak tanggal 13 Januari 2020.
Mungkin karena saya nggak begitu
aktif di medsos, maka baru beberapa hari kemudian saya mendapatkan kabar
even ini dari grup perpesanan pemenang Writingthon Jelajah Kota Garutyang baru sebulan sebelumnya diselenggarakan.
Twibbon Writingthon Jelajahi Sumedang | @kaekaha
Karena masih juga belum bisa move on dari keseruan dua even Writingthon yang sebelumnya saya ikuti, Writingthon Asian Games(WAG-2018) dan Writingthon Jelajah Kota Garut (WJKG-2019) plus
tidak ingin ketinggalan even yang pendaftarannya hanya dari tanggal 13
Januari sampai 17 Pebruari 2020 tersebut, maka saya langsung merespon
kabar baik ini dengan segera mengumpulkan materi tulisan tentang
Sumedang.
Status AU pada artikel saya jelas menjadi nilai lebih dan membuat saya semakin yakin untuk bisa terbang lagi Sumedang.
Info Perpanjangan Masa Pendaftaran | bitread.id
Tepat pada tanggal deadline atau tanggal 17 Pebruari 2020, "drama" Writingthon Jelajahi Sumedang (WJS) dimulai!
Secara
mengejutkan, panitia memperpanjang masa pengumpulan karya atau masa
pendaftaran even ini sampai 28 Pebruari 2020. Waaah kenapa ya, kok
tumben sampai diperpanjang? Belum pernah ada lho sebelumnya!
Benar
saja, akhirnya tepat pada tanggal 28 Pebruari 2020 jam 24.00 WIB,
melalui akun medsos-nya pihak panitia menyatakan masa pendaftaran karya
telah ditutup.
Berselang sepekan kemudian atau tepatnya tanggal 7
Maret 2020, akhirnya yang ditunggu-tunggu oleh semua peserta muncul
juga! Akhirnya panitia mengumumkan peserta yang lolos seleksi dan berhak
mengikuti karantina selama sekitar 4 hari di kawasan wisata Kampung
Karuhun, Sumedang Selatan.
Sayangnya dari sekian banyak nama yang
ada di dalam daftar pemenang di laman bitread.id, disitu tidak ada
namaku. Hadeeeeeh sedih deh jadinya! Tapi ya sudahlah memang belum
rejekinya mau gimana....?
Tapi, ikut seneng juga ada beberapa teman alumni Writingthon Asian Games(WAG-2018) dan Writingthon Jelajah Kota Garut (WJKG-2019)yang akhirnya juga "mencatatkan namanya dalam sejarah writingthon" dengan lolos di even ini.
Ada
Ubaidillah Aceh dan Mustakim Lampung alumni WAG, juga Ferdy calon
sarjana (saat itu) yang alumni dari WJKG. Selain itu ada juga beberapa
kolega di Kompasiana alias Kompasianer-Kompasianer keren dan terkenal
yang lolos ke karantina ke Kampung Karuhun di Sumedang Selatan, seperti,
Detha Arya Tifada dan Adi Nugroho.
Eh...selamat ya sob! Mudahan ada sumur di ladang untuk kita ikut mandi, mudahan ada umur panjang untuk kita bersua lagi...
Goodbye to Writingthon Jelajahi Sumedang (WJS)
Hari berganti hari bulan berganti bulan, saya mulai melupakan Writingthon Jelajahi Sumedang (WJS). Selain karena memang bukan rejeki saya, Writingthon series yang
mulai di ekspose jelas menjadi harapan saya kedepannya dan satu lagi,
pandemi covid-19 yang mulai masuk Indonesia benar-benar mulai menyita
perhatian saya.
Pengumuman WJS di Nopember 2020 | bitread.id
Sampai
akhirnya pada tanggal 23 Nopember 2020 ada notif masuk dari postingan
IG bitread.id yang mengabarkan seleksi peserta Writingthon Jelajahi
Sumedang (WJS) "dibuka lagi", tapi dengan durasi waktu hanya 2 minggu
(23/11-05/12), pengumuman pemenang 8/12 dan karantina 10-12/12.
Kerennya! Kali ini lombanya limited, karenahanya dipilih 5 penulis terbaik saja! Woooooooow! Seketika darah penulis saya langsung bergejolak!
Lho memangnya Writingthon Jelajahi Sumedang (WJS) yang di awal tahun kemarin batal? Belum terlaksana ya? Atau, atau dan atau ...
Ah
entahlah! Karena tidak ada penjelasan dari panitia, rasa penasaran saya
pastinya tidak pernah terjawab! Tapi sebenarnya ini sih nggak penting
ya!
Karena
yang terpenting adalah segera nulis feature terbaik tentang Sumedang,
lagi dan lagi! Lagian, saya kok yakin ya, kali ini bakalan lolos ke
Sumedang, saya merasa ini jawaban doa saya yang dulu! Sekaligus cara
Allah SWT membawa saya terbang ke Sumedang!
Tidak pakai lama, saya langsung mengunggah karya feature yang berjudul Senandika Esok Hari, "Mengudap" "Legitnya Madu" Ubi Cilembu di Kota Buludru, Sumedang di kanal Kompasiana pada tanggal 5 Desember 2020 dan Alhamdulillah, artikel ini diganjar label pilihan oleh Kompasia.
Berselang 4 hari berikutnya atau tanggal 9-nya, saya kembali mengunggah artikel feature tentang Sumedang dengan judul Jalan Sunyi "Panahan Kasumedangan" Menolak Punah. Alhamdulillah, untuk artikel yang termasuk langka ini, kurator Kompasiana kembali memberi label Artikel Utama (AU) atau headline.
Berbekal 3 artikel keren yang sudah saya submit ke panitia, sekali lagi saya yakin kali ini bakal lolos ke Sumedang!
Pengumuman Perpanjangan Masa Pendaftaran Karya | @bitread.id
Ternyata,
drama belum berhenti setelah dua karya saya ikut meramaikan even ini.
Tepat tanggal 5/12, panitia kembali memperpanjang durasi waktu
pengumpulan karya! Artinya, deadline pengumpulan karya peserta kembali
mundur dan diitetapkan paling lambat tanggal 12/12-2020 jam 23.59 WIB.
Jujur
sebenarnya saya bingung lho, ada apa dan kenapa ya? Kok penyelenggaraan
Writingthon Jelajahi Sumedang (WJS) ini nggak seperti biasanya?
Setelah
sepekan menunggu, akhirnya hari yang ditunggu-tunggu datang juga! Kali
ini, 5 nama pemenang sebagai peserta tambahan benar-benar diumumkan
panitia dan lagi! Namaku tidak ada dalam daftar pemenang!
Pemenang Kuota Tambahan WJS 2020 | Bitread_id
Dari 5 nama pemenang Kuota Tambahan WJS 2020 ini, 3 diantaranya saya kenal, yaitu Andrie Mastiyanto (Kompasianer), Irfal Mujaffar (alumni WJKG 2019) dan Daniah Arthamevta Putri Hidayah (alumni WAG-Pelajar 2018 dan WJKG 2019).
Ya
sudahlah! Berarti memang belum rejeki saya untuk ikut mengeksplor
potensi sosial, ekonomi, budaya sekaligus pariwisata di Sumedang dan
saya yakin Allah SWT pasti akan memberikan ganti yang lebih baik! Insha
Allah...
Setelah hampir saja menyerah dan
mengikhlaskan WJS 2020, 2 atau tiga hari berselang secara mengejutkan
saya mendapatkan pesan dari panitia melalui media WA yang mengabari
sekaligus menanyakan kesediaan saya untuk menjadi peserta pengganti.
Woooooow ternyata drama masih berlanjut gaes!
Tanpa pikir panjang,
saya langsung menerima penawaran panitia dengan cara langsung
mengirimkan biodata serta kelengkapan administratif yang dibutuhkan hari
itu juga (seingat saya limit waktunya sebelum jam 7 malam).
Alhamdulillah,
semua akhirnya beres dan sejarah sekaligus rekor baru di even
Writingthon Insha Allah akan terwujud. Rekor apa itu!? Rekor hattrick alias 3 kali berturut-turut lolos mengikuti even Writingthon level nasional secara berurutan. Keren kan!
Surat Sakti Untuk Terbang | @kaekaha
Sumedang Aku Datang!
Salah
satu sisi unik dari even Writingthon yang paling saya sukai sekaligus
nikmati adalah momen dan juga kemasan rangkaian aktifitasnya yang tidak
pernah sama, selalu berbeda dan selalu memberi kejutan-kejutan
insidental yang menyenangkan!
Begitu juga dengan even WJS 2020
ini. Tidak hanya rangkaian drama di masa seleksi, tapi semuanya! Nggak
percaya? Yuk kita lanjut ya...
Karena sekarang sedang dalam
situasi pandemi covid-19, maka untuk terbang ke Sumedang dari
Banjarmasin, saya juga harus lolos dari kontaminasi covid-19. Untuk itu,
saya harus pegang tanda "sehat" itu saat boarding saat mau naik
pesawat.
Alhamdulillah, sehari sebelum terbang atau tanggal
16/12, akhirnya saya mendapatkan juga surat keterangan bebas covid-19
setelah melakukan rapid test di salah satu klinik di Kota Banjarmasin.
Itu artinya besok 17/12 Insha Allah saya akan terbang juga ke Sumedang!
Naik Haji merupakan impian semua umat Islam di seluruh
dunia. Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di
dunia, sejauh ini menjadi negara dengan jumlah jamaah haji terbanyak tiap
musimnya. Antusiame muslim Indonesia tidak pernah surut demi ritual ibadah paling spesial
bagi seluruh umat Islam ini. Spesial dari segi waktu, tempat dan hukumnya.
Kabar terbaru, berdasar release Kanwil Kementerian
Agama Kalimantan Selatan yang dimuat harian Banjarmasin Post, Sabtu, 23 Januari
2016, untuk wilayah Propinsi Kalimantan Selatan daftar tunggu jamaah haji
mencapai 84.724 orang. Apabila menggunakan asumsi kuota haji tahun 2015,
sebanyak 3050 orang, maka antrian haji di Kalimantan Selatan mencapai 27-30
tahun untuk haji reguler, sedangkan untuk haji khusus antrian mencapai 13 tahun...
ckckckckck!
Kota Makkah
Artinya, kalau sekarang tahun 2016 ini, saya mendaftar
haji maka diatas kertas kemungkinan berangkat ke tanah suci paling cepat adalah
tahun 2043. Kalau usia saya sekarang 40 tahun, berarti 27 tahun lagi saat
berangkat haji usia saya sudah mencapai 67 tahun, usia yang relatif rentan dan
tidak masuk rekomendasi untuk aktifitas ritual haji yang cukup berat. Tapi
itulah uniknya ibadah haji. Walaupun berat, tetap saja menjadi magnet yang kuat
bagi umat Islam di seluruh dunia untuk melaksanakannya.
Bagi umat Islam yang mempunyai dana lebih, dan
berpikir bahwa umur "tidak berbau" akan lebih memilih ibadah umrah
dulu untuk menuntaskan kerinduan dan hajat beribadah mengikuti ajaran
Rasulullah Muhammad SAW, dengan menapaktilasi Risalah Nabi Ibrahim AS dan
putranya Nabi Ismail AS, sambil menunggu datangnya giliran panggilan berhaji
dari Allah SWT.
Mataf di Masjidil Haram
Umrah, Haji Kecil Berpahala Besar
Pilihan masyarakat dan sebagian jamaah calon haji untuk melaksanakan umrah terlebih dahulu, selain karena kenyataan diatas kertas untuk menunggu panggilan-Nya menunaikan ibadah haji relatif masih lama, ada juga sebagian yang memang berniat sengaja untuk menjajaki sebagian "medan" ritual ibadah haji di tanah haram Makkah dan sekitarnya. Selain itu ada juga yang memang berkhidmat ingin mendapatkan berbagai pahala dan keutamaan dari ibadah haji kecil ini, yaitu :
1. Pelebur Kefakiran dan Dosa
Nabi
SAW bersabda:
“Terus
meneruslah mengerjakan Haji dan Umrah, sebab keduanya dapat menghilangkan
kefakiran dan dosa-dosa, sebagaimana ubub (alat peniup api pandai besi) dapat
membersihkan karat besi” (HR. Nasa’i, V/122; Tirmidzi, III/175)
2. Jaminan Perlindungan dari Allah
Nabi
SAW bersabda:
“Barang siapa keluar untuk berhaji lalu
meninggal, maka Allah tuliskan baginya pahala orang yang berhaji hingga hari
kiamat. Barang siapa keluar untuk berumrah lalu meninggal, maka Allah tuliskan
baginya pahala orang yang berumrah hingga hari kiamat. Dan barang siapa keluar untuk
berperang di jalan Allah lalu meninggal, maka Allah tuliskan baginya pahala
orang yang berperang hingga hari kiamat” (HR. Thabrani, V/282)
3. Menghapus Dosa di antara Dua Umrah
Nabi
SAW bersabda:
“Ibadah umrah ke umrah berikutnya menghapuskan
dosa dan kesalahan antara kedua umrah tersebut” (HR. Ahmad, III/447)
4. Berhaji bersama Nabi
Nabi
SAW bersabda:
“Wahai
ummu Sulaim, umrah di bulan Ramadhan itu menyamai ibadah Haji bersamaku” (HR.
Ibnu Hibban, IX/12)
5. Pahala sesuai Kadar Kepayahan dan Biaya
Dari
Aisyah, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda kepadanya saat ia mengerjakan umrah:
“Sesungguhnya engkau memperoleh pahala
sesuai dengan kadar kepayahan dan biaya yang engkau keluarkan” (HR. Al-Hakim,
I/644)
Beribadah Umrah Bersama Cheria Wisata Halal
Melihat fakta situasi dan kondisi diatas, maka tidak
heran jika dalam beberapa tahun terakhir traffic umat Islam Indonesia untuk menjalankan ibadah umrah ke tanah suci Makkah
meningkat tajam dan trend permintaan terus tumbuh hampir di seluruh
wilayah Indonesia.
Situasi ini juga menghadirkan fenomena baru, yaitu
menjamurnya biro perjalanan haji dan umrah baru di seluruh Indonesia, terutama
di kota-kota besar dan daerah kantong umat Islam dengan antrian daftar tunggu
haji yang panjang sepertiKalimantan
Selatan, Sulawesi Selatan, Aceh dsb. Sayang tidak semua biro perjalanan haji
dan umrah yang muncul mempunyai kualifikasi dan pengalaman yang memadai untuk
memfasilitasi perjalanan ibadah ke tanah suci Makkah dan Madinah.
Bahkan sering
kita membaca berita tentang berbagai bentuk kecurangan yang dilakukan oleh
mereka, mulai dari fasilitas yang tidak sesuai dengan yang dijanjikan, ketidakjelasan tanggal keberangkatan dengan berbagai alasan, menelantarkan jamaah baik
selama masih di tanah air maupun ketika di tanah suci bahkan ada biro
perjalanan yang nekat membawa kabur uang setoran jamaah dan celakanya, banyak
diantara biro perjalanan nakal tersebut ternyata tidak mempunyai ijin resmi dari
pemerintah alias “liar”, sehingga sulit untuk melacak keberadaannya.
Memang, jamaah calon haji dan umrah harus lebih
hati-hati dan teliti ketika memilih biro perjalanan atau travel untuk memuluskan niat
ibadah ke tanah suci. Kita harus menjadi konsumen yang cerdas dengan prinsip
“teliti sebelum membeli”. Salah satu trik jitu untuk mendapatkan biro perjalanan yang berkualitas adalah dengan mencari dan meminta referensi
sebanyak-banyaknya kepada keluarga, kolega atau teman yang sudah pernah
menggunakan jasa biro perjalanan tersebut, ini yang paling realistis. Alhamdulillah, saya telah membuktikan sendiri akurasi strategi sederhana ini, saat mendapatkan undangan-Nya untuk menunaikan ibadah umroh bersama keluarga tahun 2012 yang lalu. Nama besar, senioritas, iklan bertebaran, harga mahal dan promosi gila-gilaan tidak menjamin kredibilitas layanan sebuah biro perjalanan/travel. Maaf bukan saya mengajari untuk berprasangka buruk, tapi inilah fakta riil dilapangan. Sekali lagi, intinya kita harus menjadi konsumen cerdas! Teliti sebelum membeli, Mudah kan....!?
Terbaru, menurut beberapa kolega saya, sekarang Cheria Halal Wisatalagi naik daun dan jadi pilihan untuk urusan berangkat haji dan umrah apalagi untuk wisata halal ke seluruh mancanegara. Kebetulan beberapa kolega saya baru saja pulang umrah plus Turki bersama keluarga masing-masing dengan rombongan Cheria Halal Wisata. "Tidak perlu banyak kata", katannya. Pelayanannya profesional dan memuaskan dari awal sampai akhir. Woooow! Ini fakta riil lho
Menurut mereka, wajar kalau Cheria Halal Wisatabisa memberikan kepuasan maksimal kepada seluruh jamaah yang berangkat umrah karena komitmen mereka untuk memberikan pelayanan yang terbaik dengan harga bersaing dan "garansi" kepuasan bagi para jamaah tidak hanya diatas kertas saja, tapi benar-benar dibuktikan di lapangan.
Rombongan Umrah Cheria di halaman Masjidil Nabi Madinah
Menurut kolega saya, dari awal mereka dilayani dengan hangat oleh Costumer Service yang ramah dan bersahabat, mereka mendapatkan penjelasan yang detail dan lengkap tentang harga, cara pembayaran berikut alternatif paket perjalanan umrah yang ditawarkan, seperti layanan lebih by request! Misalkan, selama di Makkah ingin menginap di hotel Bintang 5 Dar Al Tawhid Intercontinental, semua bisa dilayani! Tentu dengan konsekuensi penyesuaian harga. Termasuk fleksibilitas proses pembayaran biaya perjalanan yang bisa cash, transfer, kartu kredit dan cicilan.
Salah satu program pembiayaan perjalanan Cheria Halal Wisata
Selain itu, muttowaf atau pembimbing ibadah dan tour guide selama di Makkah dan Madinah selain cakap juga memiliki skill dan wawasan tentang sejarah Islam yang lengkap, menu makanan yang disajikan untuk peserta semuanya paket halal dimanapun posisinya. Bagusnya lagi semua jamaah juga dilengkapi dengan asuransi dan yang paling penting Cheria Halal Wisatamempunyai izin resmi sebagai penyelenggara perjalanan ibadah haji, umrah dan tour halal ke berbagai destinasi di dunia. Jadi, jamaah bisa lebih tenang dan khusyuk untuk melaksanakan ibadah karena tidak ada keraguan sedikitpun bagi jamaah untuk berangkat.
Khusus untuk bulan Ramadhan, Cheria Halal Wisatajuga menyediakan paket-paket umrah yang menarik sesuai kebutuhan untuk para jamaah dengan rincian seperti terlihat pada gambar di bawah berikut ini.
Paket Umrah Ramadhan Cheria
Umrah Plus Wisata Turki, Wisata Rohani Plus yang Banyak Manfaat
Selain Umrah reguler dan Umrah Ramadhan, Cheria Halal Wisatajuga mempunyai paket umrah yang sekarang lagi digandrungi oleh masyarakat termasuk kolega saya yang baru saja pulang dari mengikuti paket perjalanan tersebut, yaitu umrah plus wisata Turki.
Info paket Umrah plus Turki
Kanapa Turki? Siapa yang tidak tahu Turki, apalagi umat Islam? Sejarah Islam tidak bisa dilepaskan dengan negara yang wilayahnya terbelah oleh dua benua, Asia dan Eropa ini. Bangsa Turki adalah saksi utama dari runtuhnya hegemoni kekhalifahan Islam terakhir, maka tidak heran jika kejayaan peradaban Islam banyak bertebaran dan masih terpelihara dengan baik di wilayah Turki. Hal inilah yang menjadikan Turki sebagai tujuan banyak pelancong muslim dunia.
Dengan partner penerbangan dari maskapai Turkish
Airline dan Saudi Arabia Airline yang terpercaya dan berpengalaman. Setelah melaksanakan ibadah umrah dan berziarah di tempat-tempat bersejarah di tanah suci Makkah dan Madinah, Jamaah langsung terbang ke Turki untuk mengunjungi kota-kota eksotis di Turki (sesuai dengan paketnya), sebagai berikut
1. Istanbul
Istanbul adalah kota tua yang telah berdiri selama puluhan abad dengan catatan fakta sejarah yang sangat panjang, Berbagai peradaban manusia pernah singgah dan mewarnai kota yang sering berganti nama seiring datangnya peradaban dan penguasa baru di yang menguasainya. Sekarang di Istambul masih bisa dilihat jejak-jejak perdaban yang pernah eksis mewarnai kota tua ini. Di tepian
selat Bosphorus yang membelah wilayah Turki menjadi dua bagian di dua benua berbeda Asia dan Eropa, di sini peradaban Islam, Kristen bahkan Yahudi bisa dilihat ddengan mudah.
Selat Bosphorus
Disini juga terdapat peninggalan sejarah yang dikenal dengan “Shehir Surlari”, bekas benteng berusia ribuan tahun yang pernah ditaklukkan oleh Muhammad Al Fatih.
Masjid Biru
Selain itu di kota ini, juga terdapat destinasi wisata Turki yang paling terkenal bagi penikmat jalan-jalan, yaitu Masjid biru atau
blue mosque, Istana Top Kapi (istana Ottoman yang ditempati hingga tahun 1853), bekas gereja Haga Sofia dan Grand Bazaar, surga belanja di Turki.
Festival Bunga Tulip di Istanbul
Di Kota Istanbul, khusus di musim semi sekitar maret dan
april bisa melihat keindahan bungi tulip varian asli Turki di acara festival tulip dan untuk program umroh plus turki cheria wisata akan memberikan layanan private cruise untuk menikmati selat Bosphorus yang eksotis dan melegenda.
2. Bursa
Kota Bursa dalam catatan sejarah, pernah menjadi
pusat pemerintahan khalifah Islamiyah sebelum kota Konstantinopel/Istanbul berhasil
direbut, di kota Bursa jamaah bisa mengunjungi tempat-tempat bersejarah peninggalan era kejayaan peradaban Islam di Turki.
Bursa Green Mosque (Yesil Camii)
Bursa Turkish & Islamic Arts Museum
seperti Geen Mosque (Yesil Camii),Bursa Turkish & Islamic Arts Museum, Emir
Sultan Mosque dan Green Tomb (Yesil Turbe) dan sebuah destinasi berupa resort yang menarik untuk bermain salju, yaitu Ski Resort.
Bermain Salju di Uludag Bursa
3. Izmir
Di Kota Izmir terdapat Agora SmirnaSisa reruntuhan
bangunan berarsitektur khas era pemerintahan Alexander yang agung.
4. Kusadasi
Kusadasi merupakan kota resor pesisir di Provinsi Aydin di kawasan Aegean
Turki. Tempat ini menjadi kawasan resor popular untuk berlibur terutama bagi
para wisatawan dari Eropa Utara dan Barat.
Pigeon Island di Kusadasi
Kusadasi mendapatkan namanya
dari bahasa Turki yang berarti “Pulau Burung”, dan memiliki PigeonIsland yang terhubung ke pulau utama.
5. Pamukkale
Tidak
lengkap rasanya jika berwisata ke negara Turki tidak mengunjungi Pamukkale. Dalam
bahasa Turki, Pamukkale yang artinya “Benteng Kapas” adalah kawasan unik yang berisi air panas dan travetine putih, yang
berada di provinsi Denizli.
Pamukkale atau “Benteng Kapas”
Daerah ini mempunyai view pemandangan yang luar biasa. Berada di sini kita serasa berada di planet lain, bukan di bumi. Aliran air panas dari sumber terlihat menuruni lereng dan
meninggalkan endapan batu gamping. Mata air panas Hierapolis di yakini bisa bisa menyembuhkan berbagai penyakit dan kebanyakan
turis yang datang ke tempat ini memang untuk tujuan penyembuhan dengan cara merendam kaki atau mandi air panas dari sumber tersebut.
Pamukkale telah ditetapkan sebagai situs warisan dunia
oleh UNESCO pada tahun 1988 yang membuat objek wisata ini tidak pernah sepi oleh pengunjung yang mengagumi keindahannya.
6. Konya
Konya merupakan kota yang terkenal dengan kereligiusannya di Turki. Pada
zaman Romawi, kota ini dikenal dengan nama Iconium. Kota tersebut merupakan ibu kota dari Seljuk, Rum. Di Konya kita bisa berkeliling kota untuk menikmati keindahan arsitektur bangunan-bangunan tua bersejarah..
Kata orang belumlah ke turki
bila belum menginjak kota Cappadocia, kota yang memiliki beberapa
keunikan lain daripada yang lain, selain ada kota bawah tanah, lembah merpati,
kita juga bisa menikmati mandi ala raja dan ratu di Turkish Hammam. Untuk menikmati kesempurnaan eksotisme kota para flinstone ini, kita wajib melakukannya dengan Naik
Balon Udara.
Di Ibu Kota Turki
ini destinasi yang paling terkenal adalah Anitkabir Mausoleum yaitu, museum
tempat bersemayamnya, Mustapha Kemal Pasha atau juga dikenal Mister Kemal Ataturk, pendiri negara Turki yang "konon" disemayamkan disini karena tidak diterima bumi. Wallahu a'lam Bish-shawabi, Allah yang Maha Tahu. Selain itu (optional) juga bisa menikmati pusat kota yang baru, Tunali, yaitu wilayah high class diAnkara, tempat berkumpulnya guzel kizlar (wanita – wanita keren)
dan yakisikli erkekler (pria – pria tampan).
Kota Ankara
9. Bolu
Dikota ini
kita singgah untuk menginap, walaupun hanya singgah kita bisa menikmati
keindahan kota Bolu dari bus selama perjalanan.
Setelah menikmati eksotisnya berbagai destinasi wisata di Turki, sekarang saatnya kita bahas si-buah tangan untuk orang-orang tercinta di tanah air. Ini dia oleh-oleh khas Turki yang bisa kita bawa untuk keluarga dan handai taulan di rumah
Turkish Delight
Turkish Delight merupakan cemilan manis yang
terbuat dari gula dan tepung. Ada banyak rasa yang bisa dipilih seperti buah-buahan
dan kacang pistachio. Dari bahannya sudah terlihat kalau camilan atau permen ini mempunyai citarasa sangat manis dan banyak di jual di pasar Turki.
Turkish Delight
Teh Apel
Seperti di Indonesia, Turki juga mempunyai banyak varian minuman teh. Teh apel merupakan salah satu yang populer di Turki. Teh
ini memiliki aroma yang kuat dan rasa asam segar dari buah apel dan keunikan citarasanya bisa dinikmati dalam keadaan panas atau dingin. Ada banyak yang menjual apple tea ini di pasar Turki
dengan berbagai ukuran.
Apple Tea
Kuliner Khas Turki
Turki mempunyai banyak kuliner khas yang bisa dinikmati, sayangnya selain turkish delight rasanya tidak ada yang bisa dijadikan oleh-oleh untuk kerabat di tanah air.
A. Kebab
Di Indonesia sudah banyak yang
menjual kebab Turki, namun hanya ada di Turki kebab yang asli. Kebab merupakan
daging panggang yang diiris setipis mungkin dan dijadikan isian dari roti pita.
Jika di eropa di kenal dengan sandwich, kebab adalah versi Turki-nya. Daging
kambing adalah daging yang digunakan untuk membuat kebab. Ditusuk seperti sate, lantas daging kebab ini dibakar dengan api arang khusus yang akan memberikan aroma sedap.
Kebab
Doner Kebab
B. Dondurma
Mungkin nama Dondurma masih asing di telinga sebagian masyarakat Indonesia. Dondurma adalah es krim khas Turki yang unik. Es krim ini
memiliki tekstur yang lengket dan liat layaknya permen karet. Es krim ini
terbuat dari susu, gula dan bahan pengental yang terbuat dari tepung akar
anggrek ungu muda dan bahan pengenyal getah tumbuhan yang biasa disebut mastic. Keunikan Dondurma tidak hanya pada teksturnya saja, cara menjual dan menyajikan kepada pembeli juga menjadi atraksi yang menarik sekaligus menghibur para pembeli. Untuk
menemukan penjual Dondurma tidaklah sulit, penjual yang biasanya memakai semacam lapak gerobak mudah ditemui di jalan-jalan kota.
Dondurma/Es Krim Turki
C. Simit
Simit adalah roti
berbentuk cincin atau gelang yang di lapisi biji wijen diatasnya. Roti ini
mirip seperti donat dan banyak dijual pedagang kaki lima di Turki. Simit biasa menjadi kue
khas camilan teman minum teh di sore hari.
Simit
D. Baklava
Baklava adalah roti lapis isi
kacang yang cukup manis karena disiram dengan madu. Roti ini tak terlalu
mengenyangkan karena terbuat dari adonan pastry tipis. Didalam roti ini diisi
potongan kacang seperti pistachio dan walnut. Roti khas Turki ini bisa ditemukan di berbagai kedai pinggir jalan hingga restoran di Turki.
Baklava
Minyak Zaitun
Turki merupakan negara
penghasil minyak zaitun, maka tak heran jika harga minyak zaitun di Turki sangat murah. Ada banyak merek dan kegunaannya seperti untuk kecantikan
dari wajah, tubuh, dan rambut. Ada juga minyak zaitun untuk memasak.
Pasmina
Jika ingin mencari oleh-oleh untuk wanita,
maka pashmina Turki bisa menjadi pilihan. Ada banyak jenis mulai dari bahan, ketebalannya dan
kualitasnya. Tentu beli pashmina di Turki lebih murah karena banyak sekali
macamnya.
Turkish Blue Eyes (Nazar Bonjuk)
Turkish Blue Eyes (Nazar Bonjuk) adalah Salah satu simbol
yang paling populer di Turki. Simbol ini dipercaya
sebagai penolak bala. Nazar Bonjuk mudah ditemukan di toko souvenir atau pasar di Turki. Umumnya, penduduk setempat
menggantungkan Nazar Bonjuk ini di rumah, pohon atau dijadikan sebuah gelang. Oleh-oleh gantungan kunci ini cukup unik.
Wooow, detail banget ya! Seperti itu kata kolega saya cara costumer Service Cheria Halal Wisata menjelaskan berbagai detail paket program yang ditawarkan. Pantas saja kolega saya jadi kepincut! Membaca dan mendengarkan testimoni faktual kolega tentang perjalanannya bersama keluarga menunaikan ibadah umrah plus Turki dengan Cheria Halal Wisata, tak terasa membawa keharuan sekaligus kerinduan mendalam pada Baitullah yang memang ngangeni! Apalagi bisa berangkat sekalian wisata halal ke Turki yang memang sudah lama saya idam-idamkan bersama keluarga, harapannya bisa bersama Cheria Halal Wisata. Amin! Tak terasa buliran air mata kerinduan itu mengalir membasahi kelopak mata seiringmemori indah ibadah umrah saya dan keluarga beberapa tahun silam yang kembali menyeruak di relung-relung angan dan hati saya. Ya Allah, Mudahkanlah hamba-Mu untuk menjemput undangan-Mu untuk sekali lagi berziarah ke rumah Suci-Mu.....Amin.
Liputan Paket Tour Wisata Umroh Plus Turki 2016 2017 Cheria Wisata
Berikut profil lengkap dari Biro Perjalanan Cheria Halal Wisata, semoga memberi manfaat.