Tampilkan postingan dengan label Wisata Sungai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Sungai. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Juli 2018

Menjelajah Eksotika Pasar Terapung Banjarmasin


Inilah Kota Banjarmasin Kota 1000 Sungai
Banjarmasin Kota 1000 Sungai

Banjarmasin, ibu kota Propinsi Kalimantan Selatan telah lama dikenal sebagai salah satu kota perdagangan tua di Nusantara. Sejak jaman kejayaan Kesultanan Banjar pada abad XVI telah menjadi bandar perdagangan Internasional sekaligus pintu masuk utama bagi mobilisasi dan distribusi manusia serta barang dari dan menuju pedalaman Kalimantan. 

Eksistensi peran strategis Kota Banjarmasin ini tetap terjaga sampai sekarang, salah satunya karena dukungan topografi alam Kota Banjarmasin yang unik! 

Banjarmasin yang juga dengan julukan “Kota 1000 Sungai” ini,  merupakan kota yang daratannya banyak dialiri sungai dengan berbagai ukuran yang jumlahnya sangat banyak, bisa jadi yang terbanyak di Indonesia bahkan mungkin dunia.
Beberapa papan nama sungai yang ada di Banjarmasin

Konfigurasi banyaknya aliran sungai yang membelah daratan, menjadikan lanskap kota Banjarmasin seperti sekumpulan pulau-pulau kecil jika dilihat dari udara. Bahkan ada juga yang melihatnya seperti liukan seekor ular raksasa yang dikerubuti anak-anaknya. Unik bukan!? Tapi tunggu dulu, karena ada lagi yang lebih unik! 

Ketinggian rata-rata permukaan tanah di Kota Banjarmasin ±60cm dibawah permukaan air laut. Hal ini menyebabkan sebagian besar wilayah daratan Kota Banjarmasin didominasi oleh dataran rendah berupa lahan basah /rawa-rawa dengan intensitas kedalaman yang berbeda-beda. Bisa membayangkan bagaimana posisi sebuah kawasan/daratan yang permukaannya lebih rendah dari permukaan air laut?

Keunikan lain yang dimiliki Kota Banjarmasin terkait topografinya adalah fenomena arus serta arah aliran sungai yang tergantung oleh pasang surut air laut. Normalnya, aliran air sungai mengalir dari hulu menuju ke hilir atau dari hulu menuju muara, tapi di Banjarmasin bisa sebaliknya bila air laut pasang. Hal ini menyebabkan terjadinya intrusi air laut, sehingga air sungai dan rawa bisa berubah-ubah taste-nya tergantung waktunya. Terkadang pagi tawar, siang atau sore bisa berubah menjadi payau bahkan asin. Unik bukan?
Bus Air atau Taksi Air, salah satu produk budaya sungai khas Kota Banjarmasin

Pasar Terapung, Produk Budaya Sungai 
Khas Banjarmasin

Sungai telah menjadi identitas Kota Banjarmasin dan masyarakat suku Banjar yang mendiaminya. Sungai adalah urat nadi kehidupan masyarakat yang tidak akan pernah tergantikan. Proses interaksi selama berabad-abad diantara keduanya, membentuk peradaban budaya sungai yang telah berurat dan berakar begitu kuat dalam pola aktifitas sosial, ekonomi, seni dan budaya masyarakat Kota Banjarmasin. 
Masjid Sultan Suriansyah, Masjid tertua di Kalimantan  ini dibangun di tepian Sungai Kuin, Banjarmasin

Sebagai bukti, hampir semua sarana dan prasaran publik lokasinya ada di sekitar sungai dan pada awalnya menghadap ke arah sungai, mulai dari sekolah, perkantoran pemerintah, militer, sarana ibadah, bahkan pelabuhan Tri Sakti yang merupakan pintu masuk jalur perairan, juga dibangun di tepi sungai bukan di tepi laut layaknya pelabuhan besar lainnya di Indonesia. 

Fakta yang paling menarik adalah keberadaan 3 pasar tradisional khas Kota Banjarmasin, yaitu “pasar terapung” di daerah Kuin, Siring Kota dan Lok Baintan, lokasinya bukan di daratan layaknya pasar-pasar rakyat pada umumnya, tapi mengapung diatas aliran sungai. Ini dia yang paling unik! 
Ulun Himung Pian Datang
Saya Senang Anda Datang
Mengabadikan Senyuman Terindah 
Pasar Terapung Siring Kota 

Berpetualang menjelajahi keunikan pasar terapung di Banjarmasin merupakan wisata alam dan budaya yang tidak akan bisa ditemui di daerah lain, bahkan di belahan dunia manapun! Setiap moment yang terekam di sepanjang petualangan, dijamin akan memberikan pengalaman berkesan yang tidak akan pernah terlupakan seumur hidup!

Agar petualangan berjalan lancar, jangan lupa membawa MIXAGRIP ya! Karena MIXAGRIP cocok untuk melawan “kombinasi maut” antara panasnya iklim Banjarmasin dengan tingginya  kelembaban udara yang dikhawatirkan akan mengundang  flu dan batuk, jika “bertemu” dengan badan yang tidak fit, karena kelelahan setelah seharian berpetualang bersentuhan dengan air. 

Saat ini, di Kalimantan Selatan terdapat 3 destinasi Pasar Terapung, yaitu Pasar Terapung alami tertua yang berusia ratusan tahun di muara Sungai kuin di tepian Sungai Barito (tempat syuting ID Station RCTI, awal tahun 90-an), Pasar Terapung buatan di Siring Kota Sungai Martapura (keduanya terletak di wilayah Kota Banjarmasin) dan yang terakhir adalah Pasar Terapung Desa Lok Baintan, di Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar yang sekarang sedang naik daun.

Dari ketiga pasar terapung diatas, masing-masing menawarkan karakteristik sensasi dan eksotisme yang berbeda-beda, tapi semuanya dijamin ngangeni! 
Eksotisnya warna-warni Pasar Terapung 

Khusus bagi wisatawan yang ingin menikmati sensasi dan eksotisme pasar terapung, tapi mempunyai keterbatasan waktu! Jangan kuatir! Berbeda dengan pasar terapung alami di muara Sungai Kuin dan di Desa Lok Baintan yang hanya sekitar 2 jam saja (wisatawan harus berangkat pagi buta, karena biasanya pasar akan bubar ketika matahari mulai beranjak terang), maka pasar terapung buatan di kawasan siring kota yang berada di tengah kota Banjarmasin ini bisa menjadi alternatif pilihan.
Suasana menara pandang, kawasan wisata sungai terpadu di jantung Kota Banjarmasin


Pasar terapung ini lokasinya di kawasan wisata sungai terpadu yang dibangun di tepian Sungai Martapura, tepat di jantung kota Banjarmasin. Selain destinasi pasar terapung, di sini juga terdapat beberapa destinasi lain yang tak kalah menarik untuk di eksplorasi, ada wisata susur sungai, rumah adat ANNO 1925, patung Bekantan raksasa dan menara pandang, untuk melihat landscape Kota Banjarmasin dari ketinggian.

Pasar terapung buatan yang digagas oleh Pemko Banjarmasin ini, relatif lebih mudah untuk “dinikmati”, karena lokasinya yang strategis serta jam operasional yang lebih lama dan yang terpenting, meskipun buatan tapi tetap menyuguhkan “suasana” ala pasar terapung alami di muara Sungai Kuin dan Desa Lok Baintan yang legendaris. 
Suasana khas pasar terapung, jukung para pedagang saling berdesak-desakan mencari posisi paling strategis

Para pedagang disini biasa disebut dukuh atau penyambangan sebagian besar adalah ibu-ibu dan nini-nini yang berasal dari desa-desa di hulu perbatasan Kabupaten Banjar. Karena jaraknya yang relatif jauh, biasanya mereka datang dan pulang bersama-sama dengan cara ditarik dengan kelotok, sebutan untuk perahu bermesin tempel yang ukuranya lebih besar.
  
Pulang bersama-sama dengan ditarik kelotok

Sebagian besar, keunikan pasar terapung alami muara Sungai Kuin dan Desa Lok Baintan juga ada di sini. Para pedagang disini biasa di panggil acil, sebagian besar “berseragam” atribut khas layaknya perempuan petani suku Banjar, yaitu memakai baju muslim, tanggui untuk tutup kepala dan memulas pupur dingin tradisonal di seluruh wajah untuk melindungi dari terik matahari. 
Inilah wajah-wajah ceria dengan senyuman khas yang akan selalu menyapa anda di pasar terapung


Penampilan khas acil-acil ini semakin mempesona tatkala senyuman tulus, hangat dan bersahabat khas mereka mulai mengembang disaat menyapa para pengunjung yang datang. Hanya saja, kesan ini mungkin berbeda di mata pengunjung anak-anak yang baru pertama kali melihat penampilan ibu-ibu “bertopeng” layaknya riasan badut ini, ekspresinya bisa macam-macam. Ada yang tertawa terpingkal-pingkal tapi tidak jarang ada juga yang menangis ketakutan. Lucu ya!
Aneka buah-buahan dan sayuran yang dijajakan oleh acil-acil di Pasar Terapung

Acil-acil pedagang disini menjual, buah-buahan, sayuran, bumbu dapur, tanaman, bunga, ayam, itik, telur, sembako, aneka wadai (kue), nasi kuning, soto Banjar, sampai kerajinan tangan khas suku Banjar juga ada di sini. 
Kedai apung "SOTO ALAM ROH" menyediakan kuliner Soto Banjar di pasar terapung 

Sebagian besar acil-acil disini berbicara dengan bahasa Banjar pesisir yang relatif mudah dipahami oleh pengunjung dari luar Banjar, hanya saja logat dan cara bicara yang relatif agak cepat sering kali mempersulit komunikasi, tidak jarang si-pembeli akhirnya hanya melongo mendengarkan pandiran si-acil. 
"Pilih...pilih...pilih handak yang mana ikam......!?"
Pilih...pilih...pilih mau yang mana kamu.......!?

Jukung yang dipakai acil-acil berjualan ukurannya berbeda-beda, sehingga tidak semua jukung bisa benar-benar merapat mendekati pembeli. Hal ini mengharuskan para acil memakai tongkat dayungnya untuk mengambil uang atau menyerahkan barang yang dibeli oleh pengunjung. Begitu pula jika pembeli ingin mengambil gorengan atau kudapan, mereka harus memakai tongkat dengan tusukan diujungnya….. 
Seorang Pembeli menyerahkan sejumlah uang pembayaran kepada pedagang di Pasar Terapung

Selain keunikan-keunikan diatas, ada beberapa tradisi warisan budaya Banjar bahari (lama) yang sampai sekarang masih terlihat di sini, yaitu tradisi bapanduk atau barter barang dengan barang dan akad jual beli diantara penjual dan pembeli seperti yang disyaratkan dalam syariat agama Islam. Saat ini, selain di pasar terapung sepertinya susah untuk menemui tradisi bapanduk alias barter dan akad jual beli dalam transaksi jual beli di masyarakat.
Si-Acil menyerahkan sekantung buah kepada pembelinya dengan memakai tongkat dayungnya

Inilah #CeritaSamaMixagrip tentang eksotika budaya pasar terapung di Banjarmasin. Warisan peradaban budaya sungai suku Banjar yang telah berumur ratusan tahun dan tetap terjaga sampai saat ini. Penasaran!? Yuk jalan-jalan ke Banjarmasin…..!


Artikel terkait :

1. Membangun Ruang Publik, Berbasis (Budaya) Sungai ala Kota Banjarmasin



Minggu, 17 April 2016

[Masjidklopedi] Cerita Masjid Tua Tanpa Nama di Sungai Jingah




Sejak Kesultanan Banjar berdiri di abad XVI yang ditandai dengan masuk Islamnya Pangeran Samudra yang akhirnya mengakui dan menetapkan Islam sebagai agama resmi kerajaan, pengaruh Islam terhadap kehidupan sosial dan budaya masyarakat Banjar semakin kuat tanpa harus berbenturan dengan tradisi dan budaya asal masyarakat yang banyak dipengaruhi oleh budaya Hindu dan Buddha. Bahkan dalam perjalanannya, Islam telah menjadi simbol dan identitas masyarakat Banjar sampai saat ini.

Tampak samping Masjid Jami Sungai Jingah

Salah satu bukti kuatnya implementasi ajaran Agama Islam, sekaligus toleransi yang berujung pada munculnya akulturasi pada ruang sosial budaya masyarakat Banjar adalah masih lestarinya keberadaan sekaligus fungsi masjid-masjid tua di Banjarmasin dan daerah-daerah lain di Kalimantan Selatan yang tetap mempertahankan desain arsitektur campuran/akulturasi, salah satu di antaranya adalah Masjid Jami Banjarmasin yang dikenal dengan Masjid Jami Sungai Jingah yang terletak di Jl. Mesjid Jami, Surgi Mufti, Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Tarikh tahun pendirian Masjid di Kayu Penyangga Bedug (Foto : Koleksi Pribadi)

Berbeda dengan masjid-masjid atau tempat ibadah Islam di Indonesia secara umum yang biasanya mempunyai nama definitif dengan mengadopsi dari kosakata bahasa arab, seperti Al Hidayah, Al AKbar, Al Mabrur dll., sampai sekarang Masjid Jami Sungai Jingah tidak mempunyai catatan tentang penamaan ini. Masyarakat Kota Banjarmasin dan catatan resmi pemerintah daerah tetap mencatat nama masjid tua yang dibangun secara gotong-royong oleh masyarakat ini dengan nama Masjid Jami Banjarmasin, tapi karena terletak di daerah Sungai Jingah, masyarakat lebih mengenali dengan sebutan Masjid Jami Sungai Jingah. 

 
Kotak infaq kuno berbahan besi cor yang tertanam di lantai pendopo pintu utama
 (Foto : Koleksi Pribadi)

Berdasarkan catatan sejarah yang ada, salah satunya tertulis dalam sebuah prasasti berbentuk plakat kuningan yang terletak di samping mimbar “Tarikh didirikan Masjid asal adalah hari Sabtu, 17 Syawal tahun 1195 (tarikh tahun juga terdapat pada kayu penyangga bedug di pendopo pintu masuk depan utama) H Sultan Tamdjidillah dan dicabut 11 Rajab tahun 1353 umurnya 157 Tahun 8 bulan 245 hari. Tarikh didirikan masjid baru hari Ahad 16 Zulhijjah 1352. Mufti H. Ahmad Kusasi”, diperkirakan Masjid Jami yang lama didirikan pada tahun 1195 H (1777 M). Lokasi awal masjid ini adalah tepi Sungai Martapura, namun pada tahun 1352 H (1934 M) masjid dipindahkan secara gotong-royong ke lokasi yang sekarang di daerah surgi mufti.

Soko guru Masjid yang berusia ratusan tahun 
(Foto : Koleksi Pribadi)

Meskipun telah berusia ratusan tahun, secara fisik masjid yang mempunyai desain arsitektur perpaduan/akulturasi beberapa budaya antara lain Banjar, Jawa, dan beberapa sentuhan kolonial ini, sampai saat ini tetap kokoh berdiri dengan ornamen-ornamen ukiran kuno khas Kesultanan Banjar dan beberapa tambahan hiasan ornamen akulturasi beberapa budaya yang masuk dalam skema budaya Banjar secara natural saat dilakukan pemugaran.

Kaki tiang soko guru utama yang penuh dengan ukiran indah 
(Foto : Koleksi Pribadi)

Sebagian besar bahan material kayu masjid ini adalah terbuat dari batang kayu ulin atau kayu besi (Eusideroxylon zwageri), kayu khas hutan Kalimantan yang terkenal sangat kuat. Di antaranya adalah semua kerangka bangunan, tiang besar penyangga utama (tiang soko guru) yang berjumlah 17 buah, kusen semua pintu, gebyog utama atau rangkaian dinding dari kayu pada samping kiri dan kanan mihrab, pendopo dan atap sirap. Khusus untuk tiang soko guru, dari total 17 buah tiang yang melambangkan rakaat dalam sholat ini ada 1 tiang yang paling unik, tingginya mencapai 35 meter utuh tanpa sambungan, jika dihitung dari pangkal tiang di atas permukaan lantai sampai ujung tiang yang menempel pada bagian dalam kubah masjid. Posisi tiang yang juga terbuat dari kayu ulin utuh ini menancap tepat di tengah-tengah ruangan masjid dari lantai sampai atas.

Atap sirap Masjid Jami Sungai Jingah (Foto ; Koleksi Pribadi)

Khusus untuk desain konstruksi atap yang tutupannya terbuat dari material sirap (atap dari kayu ulin), masjid yang mampu menampung hingga 5.000 jamaah ini mempunyai keunikan tersendiri, yaitu konstruksi atap berundak dengan total 4 (empat) undakan seperti layaknya atap masjid-masjid tua di Pulau Jawa tempo dulu.



Teras pendopo depan dengan pintu-pintu berdaun besar berukir indah 
(Foto : Koleksi Pribadi)

Keunikan lainnya, masjid ini juga mempunyai pendopo, layaknya rumah-rumah priyayi atau bangsawan Jawa yang tersebar di 3 (tiga) jalur pintu masuk utama yang bisa mengakses 38 pintu masuk masjid dari sebelah kiri, kanan, dan depan masjid. Luas masjid bagian dalam adalah 40 x 40 m atau 1600 m2, sedangkan total luas area masjid jika dihitung dengan mihrab dan plaza atau halaman di seputar masjid totalnya mencapai ± 2 Hektar.

Tampak pendopo pintu depan utama yang berangka tahun 1352 H 
(Foto : Koleksi Pribadi)

Menurut KH. Husin Naparin, selaku ketua pengelola Masjid Jami Sungai Jingah, sebagai salah satu masjid tertua di Banjarmasin bahkan Kalimantan Selatan, Masjid Jami Sungai Jingah merupakan salah satu landmark kebanggaan masyarakat Kota Banjarmasin dan Kalimantan Selatan. Sebagai salah satu penanda peradaban Islam di Banjarmasin, Masjid Jami Sungai Jingah tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah semata, tapi telah menjadi pusat sekaligus sumber inspirasi ghirah keislaman masyarakat Kota Banjarmasin dan Kalimantan Selatan.
Bersama-sama dengan Masjid Sabilal Muhtadin dan beberapa masjid besar lain di Kota Banjarmasin, Masjid Jami Sungai Jingah merupakan pusat dakwah Islam yang punya peran besar dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah di antara umat Islam, tidak hanya di Kota Banjarmasin, tapi juga seluruh Pulau Kalimantan.

Artikel ini menjadi headline Kompasiana pada tanggal 17 Maret 2016. Untuk membaca dan menjelajahi artikel lainnya, silahkan klik disini   
Artikel terkait :


Kamis, 26 November 2015

Dari "Kantor" Jalanan di Kalimantan, Saya Genggam Indonesia dan Dunia dengan Hisense Pureshot+





Selayang Pandang Hisense

Masih saja hanya bermimpi untuk menggenggam dunia? No! Tidak lagi! Hisense, raksasa elektronik asal Qingdao, Cina ini akan membawa siapapun untuk menggenggam dunia dengan cara baru yang lebih mudah dan mengasyikkan!  Mau…?

Sejak didirikan pada tahun 1969 dengan 4 prinsip elemen kerja teknologi, kualitas , integritas dan tanggung jawab, perusahaan yang awalnya hanya memprodukasi radio  ini, sekarang telah  masuk dalam jajaran Top 5 perusahaan elektronik dunia dan berita terbaru, di tahun 2015 ini mereka mengakuisisi  perusahaan elektronik sekelas Sharp untuk wilayah Amerika. Good Job Guys!


Peta sebaran produk Hisense di dunia

Sekarang, produk Hisense telah merambah ke semua penjuru benua. Hisense telah melakukan penetrasi pasar ke Eropa, Australia, Amerika dan tentunya Asia. Hisense masuk ke pasar Indonesia mulai tahun 2009 dengan meraih kesuksesan bersama operator CDMA. Setelah itu, sejak tahun 2012 Hisense semakin menancapkan kuku-kukunya di Indonesia, ditandai dengan menjadi supplier utama salah satu vendor penyedia layanan seluler ternama, smartfren,  dengan merek dagang Andromax-smarfren yang terjual sampai angka 4 juta. Wow fantastis!  

Keberhasilan produk Hisense di pasar Indonesia tidak lepas dari kerja keras jajaran manajemen dalam mengelola komunikasi yang baik dengan berbagai pihak. Salah satu bukti keseriusan Hisense menggarap pasar Indonesia antara lain, diwujudkan dengan sudah tersedianya layanan after sales  Hisense di 13 kota besar Indonesia, yang siap untuk memberikan layanan terbaiknya, yaitu Jakarta, Surabaya, Bogor, Bandung, Semarang, Jogjakarta, Solo, Malang, Denpasar, Makassar, Palembang dan Medan.

Tahun 2015, inovasi teknologi Hisense menelurkan dua produk smartphone canggih, Pureshot dan Pureshot+, smartphone premium yang menyasar kelas menengah keatas dengan teknologi terbaru 4G LTE, yaitu teknologi komunikasi mobile internet generasi keempat dengan standar akses data tingkat tinggi, lebih cepat, stabil dengan kapasitas yang lebih besar. (Fourth Generation Technology ; Long Term Evolution).



Peran "Katalis" Hisense Menumbuhkan Ekosistem 4G LTE di Indonesia

Sejak ikut “berebut kue” dari booming pasar telepon seluller di pertengahan tahun 2000-an, kreatifitas dalam berinovasi Hisense untuk mengembangkan produk-produk bermutu dan berkualitas tinggi tidak pernah surut, bahkan terus berkembang seiring  tren revolusi teknologi telepon seluler yang terus melaju dan berkembang pesat.




Terbaru! Kwartal ke 3 Tahun 2015 ini Hisense memulai open market-nya dengan meluncurkan sekaligus dua smartphone premium berbasis android dengan brand mereka sendiri, Pureshot dan Pureshot+ yang support dengan koneksi teknologi terbaru 4G LTE.  

Sebagai raksasa industri elektronik dunia, keputusan Hisense untuk ikut “bermain” di segmen smartphone merupakan langkah yang tepat.  Revolusi teknologi smartphone yang begitu cepat tentu akan terus merangsang daya cipta dan daya kreasi corporate  untuk terus mengembangkan diri secara kontinyu. Sehingga secara tidak langsung akan menciptakan budaya kompetisi yang sehat baik secara internal maupun eksternal sehingga kedepan eksistensi corporate dalam percaturan bisnis elektronika dunia tetap terjaga. Selain itu, kehadiran smartphone premium Pureshot dan Pureshot+  juga bisa meningkatkan corporate goodwill sebagai salah satu dari lima besar raksasa elektronik dunia.

Khusus untuk pasar smartphone Indonesia, pengalaman 3 tahun menjadi suplier Smartfren yang secara gemilang menjadi pioneer di kelasnya, menjadikan Hisense sebagai salah satu produsen smartphone yang tahu betul detail selera dan kebutuhan pasar smartphone Indonesia yang unik, kualitas diatas rata-rata dengan banderol rate harga yang relatif murah di kelasnya sehingga sangat kompetitif bertarung di pasar.  Inilah modal besar sekaligus kekuatan penting Hisense dalam bertarung memperebutkan pasar smartphone di Indonesia yang dekenal paling konsumtif dan prospektif.

Selain open market, strategi Hisense untuk memperkokoh eksistensi market share Pureshot dan Pureshot+di Indonesia, Hisense kembali menjadikan Smartfren sebagai mitra dalam memasarkan Pureshot dan Pureshot+ melalui product bundling. Selain karena sudah ada ikatan emosional....(mungkin!), keduanya mempunyai kesamaan visi untuk membangun dan menumbuhkan ekosistem 4G LTE yang berkualitas di Indonesia.

Layaknya Simbiosis Mutualisma, kehadiran Pureshot dan Pureshot+ yang support dengan semua jaringan operator baik 4G LTE, 3G dan GSM ini, melengkapi daftar produt bundling Smartfren, yang mendukung  4G LTE untuk spesifikasi device premium (selama ini pasar lebih mengenal Smartfren sebagai pemain smartphone di level low end) sedangkan layanan  4G Smartfren yang diklaim sebagai yang terluas di Indonesia, secara tidak langsung tentunya akan mendistribusikan brand (image) Pureshot dan Pureshot+ keseluruh lapisan masyarakat di pelosok Indonesia. Dengan tersebarnya  brand (image) Pureshot dan Pureshot+ yang didalamnya tertanam chip Smatfren 4G LTE,  merupakan proses publikasi kolaboratif yang sangat efektif dan efisien untuk meng-edukasi pasar sebagai langkah utama untuk membangun dan menumbuhkan ekosistem 4G LTE yang berkualitas di Indonesia. Smartfren dengan jaringan 4G LTE-nya yang diklaim terluas di Indonesia dan Hisense dangan produk Pureshot dan Pureshot+  yang mempunyai kemampuan istimewa untuk imaging (kamera) plus kualitas produk secara umum yang diatas rata-rata dengan banderol rate harga yang relatif murah di kelasnya, tentu akan menjadikan keduanya sebagai 4G LTE ambassador.
Kehadiran product bundling hasil dari konsep kolaboratif dua perusahaan teknologi telekomunikasi kelas wahid ini, merupakan pelopor sekaligus katalisator yang bisa mempercepat bertumbuh dan berkembangnya ekosistem 4G LTE di Indonesia. Kelengkapan fitur, kesempurnaan kualitas perangkat dan keandalan koneksitas jaringan yang ditawarkan produt bundling antara Pureshot dan Pureshot+  dengan Smartfren 4G LTE merupakan jurus jitu sekaligus strategi maut untuk menarik perhatian pasar Indonesia terhadap layanan 4G LTE.


Detail Produk Pureshot dan Pureshot+



Pureshot dan Pureshot+  merupakan smartphone premium yang berhasil memadukan keunggulan desain, kelengkapan fungsi dan keandalan kinerja secara cerdas sehingga menjadi salah satu produk pilihan yang sangat layak untuk diapresiasi dan menjadi rekomendasi bagi penikmat smartphone

Pureshot dan Pureshot+  lahir dengan 3 strong point yang menjadi sumber “kesaktian”,  smartphone premium yang diklaim mengadung lebih dari 24% unsur komponen lokal Indonesia ini.


PERTAMA. BEST TECHNOLOGY ( Teknologi terbaik)

Teknologi terbaik yang menjadi fitur andalan Pureshot dan Pureshot+ antara lain adalah

Dapur Pacu dan Interface
Pureshot dan Pureshot+ bekerja dengan OS android 5.0.2 Lollipop dengan user intertface yang berhasil dikembangkan oleh Hisense sendiri yaitu Vision UI, disini terdapat fitur gestures yang bisa menggeser gambar dengan hanya melakukan gerakan tangan ke sensor di depan layar, fitur motion,  ketika layar mati, pengguna hanya perlu melakukan double tap ke layer untuk menyalakannya kembali. Selain itu disini juga menyuguhkan koleksi widget custom seperti traffic, WPS Office, Dolby audio hingga widget bawaan Android lainnya. Selain itu ada 14 effects yang bisa dipilih dalam beragam pola. Menariknya lagi, pemakai bisa membuat folder sendiri untuk mengumpulkan aplikasi tertentu. Selain itu tersedia juga fitur hide app, icon arrangement, icon alignment untuk membereskan dan mengatur aplikasi sesuai keperluan pengguna.


Kamera

Dari nama Pureshot dan Pureshot+ penikmat smartphone sebenarnya sudah bisa menebak obyek fitur  unggulan yang bisa didapatkan dari Pureshot dan Pureshot+, yaitu kemampuan mumpuni fitur kamera yang dimiliki oleh keduanya. Fitur kamera Pureshot dan Pureshot+ sudah dilengkapi dengan Autofocus, Geo tagging, touchfocus, face detection, panorama, HDR.
Spesifikasi kamera belakang 13 MP dengan dual LED flash. Resolusi maksimum mode 4:3 adalah 4160 x 3120 piksel (13MP), sedangkan pada mode 16:9 resolusinya 3264 x 1836 piksel (6MP). Untuk kamera depan, 5 MP (with flash) dengan aperture f/2.0  dukungan dari  pabrikan Sony, menjadikan fitur kamera Pureshot dan Pureshot+ cukup “sakti” dikelasnya, mampu menangkap obyek gambar dengan hasil maksimal (tajam, natural dan pencahayaan yang maksimal) meskipun dengan tingkat ketersediaan cahaya yang minim.
Sedangkan untuk merekam video, Pureshot dan Pureshot+ memberikan pilihan dalam 3 tingkatan kualitas Full HD, HD dan VGA. Pilih sesuai dengan kebutuhan.


Konektifitas Untuk Semua Jaringan

Pureshot dan Pureshot+ memiliki kemampuan langka yang supersakti! Pada kedua slot SIM-nya bisa menghoperasikan karti SIM CDMA dan GSM. Artinya dengan kemampuan hybrid-nya, semua jaringan operator yang ada di Indonesia sangat kompatibel dengan Pureshot dan Pureshot+, sehingga tidakperlu lagi memiliki 2 gadget untuk penggunaan CDMA dan GSM. Pureshot dan Pureshot+ memiliki akses jalur data 2G ( GSM 900/1800MHz, CDMA 1X800MHz), 3G (WCDMA 2100 MHz, CDMA EVDO 800MHz), 4G LTE [ FDD : FDD B2 (1900 MHz), B3 (1800 MHz), B5 (850 MHz), B8 (900 MHz), B26 (Extd 850 MHz) hingga TDD : B40 (2300 MHz)]









Layar Display

Khusus untuk layar display, Pureshot dan Pureshot+ mempunyai display masing-masing LCD TFT 5 dan 5,5 inci. Grafis yang terpampang dilayar tampak jernih dan tajam dengan kerapatan (piksel) 295 ppi. Viewing angle (sudut pandang) Pureshot dan Pureshot+ sangat memuaskan, karena tampilan gambar tetap akan terlihat optimal dilihat dari sudut pandang manapun.
Area layar depan dilapisi dengan panel anti gores Corning Gorilla Glass 3  yang tangguh terhadap benturan, goresan dan gesekan  3 kali lebih mumpuni dari generasi sebelumnya.
Touchscreen Pureshot dan Pureshot+ menjamin kepuasan pemakainya, respon dan snsitifitas layer sentuhnya sangat luar biasa, karena tetap bisa mendeteksi sentuhan jari dengan baik meskipun memamaki sarung tangan sekalipun.
Jadi, layar touchscreen Pureshot dan Pureshot+  yang sensitif akan tetap mulus dan utuh meskipun terjatuh.




Prosesor dan Baterai

Prosesor  octa-core Qualcomm Snapdragon 415 dengan clockspeed 1,4GHz menjadikan andalan  Pureshot dan Pureshot+. Ditandemkan dengan  GPU Adeno 405 dengan RAM 2GB membuat kinerja  Pureshot dan Pureshot+ lebih gesit dan lincah.
Pureshot dan Pureshot+ mempunyai kapasitas ruang memori internal yang cukup besar di kelasnya, yaitu sebesar 16 GB. Masih kurang….?  Jangan kuatir! Bagi yang masih merasa kurang  Pureshot dan Pureshot+ menyediakan slot memori microSD yang masih bisa menampung data sebesar 128GB (maksimal). Bagaimana , masih mau yang lain?  

Kapasitas baterei Pureshot dan Pureshot+ cukup besar, yaitu 2200mAh dengan sistem removeable battery. Kapasitas baterai sebesar itu, baru  habis bila Pureshot dan Pureshot+ dipakai secara simultan dan massif  selama sehari. Ada yang sanggup menghabiskan?















Multimedia Pendukung Hiburan Berkualitas

Teknologi Multimedia yang komprehensif tersedia lengkap dalam perangkat Pureshot dan Pureshot+. Music Player, video player, Radio FM. Didukung dengan teknologi Dolby Digital Plus  untuk mengatur sound (bass, surround, treble dll) yang ditanam dalam perangkat, memberikan sensasi suara sinematik yang optimal dan berkelas.

Khusus untuk video player, Pureshot dan Pureshot+ sudah mendukung aplikasi video tercanggih yang lebih hemat ukuran tapi dengan kualitas yang sama, yaitu playback h,265 (HVEC) yang mempunyai fitur minimize, sehingga pengguna dapat melakukan aktivitas lain seperti main game berkualitas HD sekalipun disaat menonton video berkualitas 1080P   dengan lancer tanpa tagging. Siapapun yang menikmatinya pasti akan tergoda dibuatnya. Bermusik jadi asyik yang nonton video semakin wow...wow…woooooow!

















KEDUA, BEST PRODUCT
Pureshot dan Pureshot+ dirancang sebagai smartphone premium dengan berbagai keistemewaan yang telah dijabarkan pada  Point  PERTAMA. BEST TECHNOLOGY ( Teknologi terbaik) diatas.

Dari segi design, rancangan premium Pureshot dan Pureshot+ nan elegan bisa dilihat dari sisi sudut melengkung 2.5D glass screen dan panel depan dengan sisi sudut melengkung dibalut sentuhan glossy sehingga terlihat stylish. Kesan premium semakin kenttal bila melihat sisi bodi yang diproteksi bezel logam nan solid.
Desain flat dan thin Pureshot dan Pureshot+, membuat nyaman untuk digenggam dan terlihat begitu fashionable. Casing belakang terbuat darti plastic tipis sehingga terasa kesat.
Dibawah panel layar, tertanam 3 tombol sentuh kapasitif (Recent App, Home dan Back). Di bagian atas display tertanam earpice dan kamera 5MP disebelah kanan didampingi LED flash dan sensor. Di bagian belakang body, di sudut kiri tertanam kamera 13 MP dan dual LED flash.Dua grill loudspeaker terdapat di ruas bawah bodi, ditengah terdapat port microUSB. Disamping sebelah kanan terdapat tombol volume dan power dan dibagian atas sebelah kiri terdapat port audio 3,5mm.


KETIGA, BEST SERVICE
Ada 2 kategori Best Service yang dihadirkan disini,
Pertama,. Best Service yang dihadirkan oleh Smartfren, operator jaringan yang menjadi mitra product bundling Hisense di Indonesia. Simbiosis Mutualisma antara Pureshot dan Pureshot+ dengan Smartfren tentu akan memberikan layanan mobile yang dahsyat.
Pureshot dan Pureshot+  adalah best Product di kelasnya, sedangkan  Smartfren selama ini dikenal sebagai pioneer layanan internet cepat di Indonesia.       Teknologi koneksi internet terbaru 4G LTE Advanced milik Smartfren yang bisa menggabungkan teknologi TDD (Time Division Duplexing) dan FDD (Frequency Division) atau Carrier Aggregation  akan memberikan arus data lebih cepat, stabil dan kapasitas lebih besar. Hebatnya lagi, saat ini jaringan 4G LTE Advanced dari Smartfren, menjadi jaringan 4G terluas di Indonesia.  Hal ini tentu akan menjadi salah satu layanan terbaik dari Pureshot/Pureshot+ dan Smartfren kepada pelanggan setia.


Kedua, Best Service yang diberikan oleh Hisense sebagai produsen Pureshot dan Pureshot+. Untuk mendukung penjualan Pureshot dan Pureshot+ di Indonesia, Hisense Indonesia memberikan layanan purna jual secara total kepada pelanggan-pelanggan setianya. 


Saat ini layanan purna jual Hisense di Indonesia sudah hadir di 13 Kota, Jakarta, Bogor, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Semarang, Surabaya, Malang, Denpasar, Makasar, Palembang dan Medan. Kota-kota lainnya akan segera menyusul



Sebagai bagian dari inovasi dan pelayanan total kepada pelanggan, Hisense Indonesia tengah mempersiapkan layanan pick up service atau jemput dan antar kepada semua pelanggan yang handset­-nya memerlukan tindakan servis. Layanan berlaku bagi semua handset­ baik yang masih dalam masa garansi maupun yang sudah habis garansinya. Layanan inovatif ini tentu sangat dinantikan oleh konsumen, selain praktis bagi konsumen juga menghemat waktu, biaya dan tenaga. Mau…?



Inovasi selanjutnya yang disiapkan oleh Hisense adalah pendaftaran garansi produk yang dibeli oleh pelanggan secara online



Hisense Pureshot+,  Sensasi Tempat "Ngantor" Baru  di Jalanan Kalimantan

 


Keputusan berhenti bekerja dari salah satu perusahaan retail asing, sekitar 6 tahun yang lalu ternyata menjadi moment titik balik yang mengantarkan saya bersentuhan lebih intensif dengan salah satu teknologi yang telah merubah wajah dunia bernama internet. Produk peradaban abad milenium yang telah merubah dimensi ruang dan waktu menjadi lebih efektif dan efisien tersebut membuat saya seperti terlahir kembali di dunia baru yang penuh warna dan dinamika.

Bertemu "ujung jalan bidadari" di Sungai Kahayan, Palangkaraya, Kalimantan Tengah

Sejak saat itu internet  menjadi asalah satu bagian terpenting dalam kebutuhan saya. Dalam hieraki kebutuhan saya dan keluarga posisi intenet menjelma jadi kebutuhan primer layaknya sandang, pangan dan papan. Betapa tidak? Sejak saat itu, Sunatullah untuk mengebulkan asap di dapur kami, bahan bakar utamanya ya... link internet.
Setela resign, saya dan keluarga mengawali usaha berbasis internet dengan membuka PPOB (Payment Point Online Bank) atau sistem pembayaran tagihan online di garasi rumah dengan mengandalkan seperangkat komputer yang terkoneksi dengan sambungan internet via jaringan kabel konvensional. Tidak berhenti disitu saja! Seiring dengan terbukanya pasar di lingkungan tempat tinggal saya, saya mencoba merambah usaha laundry dan jual beli berbagai produk dengan sistem offline dan online. Alhamdulillah inilah jalan hidup saya sampai detik ini.
 Wisata Kebun Bibit, Liang Anggang, Banjarbaru, Kalimantan Selatan

Sejak internet mulai merakyat, revolusi teknologi komunikasi berbasis internet semakin massive dan simultan. Produsen alat telekomunikasi dan vendor penyedia layanan telekomunikasi secara kontinyu ber-inovasi untuk meng-update dan meng-upgrade teknologi dan pelayanannya guna memanjakan kebutuhan semua pelanggan setianya. Produk teknologi telekomunikasi yang paling fenomenal dan agresif perkembangannya adalah smartphone atau si-telephone cerdas. yaitu perangkat telekomunikasi multifungsi atau serbaguna yang berbasis internet.


Pantai Tangkisung, Tanah Laut, Kalimantan Selatan

Kehadiran smartphone merupakan sebuah lompatan perkembangan teknologi telekomunikasi yang membawa berkah tersendiri bagi banyak orang, termasuk saya, usaha saya dan  keluarga. Berbagai fitur canggih yang disediakan dalam smartphone benar-benar membantu aktifitas saya dan keluarga dalam mengembangkan usaha dan bisnis saya berjualan, terutama sistem online via internet.
Sekarang, aktifitas saya lebih mobile tidak harus duduk manis di depan computer/PC untuk memantau usaha dan bisnis saya, sehingga banyak peluang dan kesempatan usaha lain yang bisa saya tangkap untuk di ambil manfaatnya. Satu hal yang paling membuat kami sekeluarga semakin merasakan berkah dari kehadiran smartphone adalah tersalurnya kembali hobi kami sekeluarga bajajalanan (bahasa banjar ; jalan-jalan) alias travelling yang sebelumnya sempat vacuum agak lama karena masalah pekerjaan dan waktu.
Sekarang, kami mempunyai waktu lebih banyak untuk beraktifitas diluar tanpa harus mengganggu aktifitas usaha dan bisnis saya. Tahu kenapa? Karena kantor dan ruang kerja saya sekarang sudah boyongan alias pindahan ke dalam kotak ajaib yang bisa masuk saku celana dan tentunya bisa saya bawa kemana saja! Apa itu…? Smartphone!

View "Rumpiang Gate", Marabahan, Barito Kuala, Kalimantan Selatan

Dengan tagline moto…”Bisnis OK! bajajalanan semakin OK!”. Saya terus berburu perangkat dan layanan smartphone yang benar-benar bisa melengkapi sekaligus memperkuat eksistensi “kantor” mobile saya. Setelah memilih dan memilah dari sekian banyak smartphone yang beredar di pasaran, akhirnya pilihan saya jatuh pada Pureshot+. Berbagai fitur elegan dan canggih yang tertanam didalamnya, terutama konektifitasnya yang bisa disebut sebagai "cruisser" atau penjelajah dan kamera yang benar-benar handal sangat cocok dengan konsep "kantor" mobile saya yang lebih banyak berada di jalanan.
Bagi kami bajajalanan sudah menjadi kebutuhan, bahkan sekarang bisa dibilang tiada hari tanpa travelling. Minimal 2 (dua) hari sekali kami pasti melakukan delivery sendiri barang pesanan kepada pelanggan di seputaran Kota Banjarmasin dan beberapa kota yang diproyeksikan menjadi daerah penyangga atau satellite Kota Banjarmasin yang berkolaborasi membangun Kota Metropolitan dengan tajuk “Banjar Bakula” seperti Kota Banjarbaru, Kota Martapura yang terkenal dengan “Kota Serambi Makkah dan batu-batu mulia”-nya di Kabupaten Banjar, Kota Pelaihari “Jogja”-nya Kalimantan Selatan di Kabupaten Tanah Laut dan Kota Marabahan di Kab. Barito Kuala.

Bukit Teletubbies, Tambang Ulang, Tanah Laut, Kalimantan Selatan

Tidak jarang juga kami sampai ke daerah “Banua Anam” yaitu 6 (enam) Kabupaten di Kalimantan Selatan bagian utara yang meliputi Kota Rantau di Kabupaten Tapin yang terkenal sebagai lumbung batubara-nya Kalimantan Selatan, Kota Kandangan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang terkenal dengan wisata "balanting" di perkampungan suku Dayak Loksado dan kuliner “Dodol & Ketupat Kandangan", Anggrek Meratus endemik Pegunungan Meratus, Kalimantan Selatan.


Taman Bundaran Kota Kuala Kapuas, Kapuas, Kalimantan Tengah

Kota Barabai yang terkenal dengan kuliner “Apam Barabai”, di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kota Amuntai yang lebih dikenal dengan “Itik Alabio dan populasi kerbau rawa”-nya di Kab. Hulu Sungai Utara dan Kota Tanjung yang terkenal dengan “buah Langsat”-nya di Kabupaten Tabalong. Terkadang kami juga sampai ke “Kota Air” Kapuas, Pulang Pisau dan calon ibu kota Negara Kota Palangkaraya di Kalimantan Tengah. Inilah yang kami sebut dengan bajajalanan .

Plaza Alun-alun Ratu Zalecha, Martapura, Banjar, Kalimantan Selatan

Setiap daerah yang saya sebutkan diatas mempunyai karakter alam & lingkungan, sosial, seni dan budaya yang berbeda-beda, inilah yang kami cari! Selalu mendapatkan hal baru di tempat baru yang kami tuju. Banyak hal yang kami dapatkan dari bajajalanan ala kami ini. Selain semakin tahu banyak hal dan mengenal lebih banyak orang (guna membangun relationship), kami juga mengumpulkan dan mengabadikan banyak materi menarik seputar kehidupan sosial, seni dan budaya masing-masing daerah tersebut, seperti adat istiadat, tempat wisata, arsitektur, makanan khas, kerajinan dan lainnya. semuanya kami abadikan dan sebisa serta secepat mungkin kami posting di website dan beberapa media sosial milik kami sebagai bagian dari “proses marketing” usaha kami, sekaligus sebagai bagian dari niat kami untuk memperkenalkan hal-hal baru yang mungkin bermanfaat tapi belum di kenal oleh khalayak, khususnya destinasi wisata di Kalimantan Selatan. Saya berharap suatu saat bisa menyusun materi yang telah saya kumpulkan menjadi sebuah buku yang bisa dipakai menjadi panduan “pariwisata dan pendidikan murah Kalimantan Selatan”. Gratis! Ada yang mau jadi sponsor?

Taman Labirin, Pelaihari, Kalimantan Selatan

Untuk keperluan dokumentasi dan upload data ke website dan media sosial, selain mengandalkan kamera jadul yang kami punya, kami sangat terbantu dengan kehandalan fitur kamera dan koneksitas 4G LTE  dari Pureshot+ yang tidak pernah lepas dari genggaman.
Harapan dan cita-cita besar saya adalah bisa membuka pasar ke seluruh wilayah Indonesia bahkan dunia, sehingga saya juga bisa keliling Indonesia dan dunia untuk bajajalanan sekaligus mendokumentasikan eksotisnya alam, adat istiadat, seni dan ragam budaya Nusantara dan dunia.  Kapan? Sepertinya menunggu coverage area layanan after sales Hisense mencakup seluruh Ibu Kota Propinsi di Indonesia dan.....dunia! Agar akses layanan komunikasi, servis dan semua aktifitas kami tetap bisa berjalan lancar dimanapun kami berada. Amin!




Banjarmasin Bungas, Kalimantan Selatan, Indonesia
...with Pureshot+, My dreams is come true...! Amin