Rabu, 28 Oktober 2015

Out Of The Box With Grand New Veloz : Serunya Sensasi Ngantor di Jalanan ....!



Ngantor di jalanan??? Emang bisa!? Trus dimana naruh meja, kursi, komputer, lemari arsip dan semua perangkat kantor lainnya?
Haaa…haaa..haa….saatnya out of the box, kawan! Ini sedikit “gila” dan nyleneh alias nggak umum untuk ukuran orang Indonesia dan semuanya semakin jadi karena kehadiran si- mobil untuk keluarga stylish, Grand New Veloz! Keluarga baru TOYOTA.
Kalau anda nggak kepingin ketularan gila jangan baca artikel ini setengah-setengah saja! Tapi harus sampai habis.....Oke!!
Kegilaan dan ke-nylenehan keluarga saya, dimulai sejak sekitar 6 (enam) tahun yang lalu,  ketika saya memutuskan untuk keluar dari “zona nyaman, aman dan mapan” saya di salah satu perusahaan retail  asing ternama di Indonesia dengan penempatan lokasi kerja di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Saat itu hampir semua orang-orang disekitar saya (kecuali istri dan anak-anak saya, tentunya) menganggap saya sudah gila!

"Apalagi yang ingin kamu cari dan dapatkan??" Begitulah sebagian besar pertanyaan yang keluar dari benak dan bibir mereka! Jabatan “mentereng” sebagai Manajer HR&GA, gengsi, gaji besar, fasilitas serba waaaah! Apa lagiiiiii?

Wajar…! Sebenarnya memang wajar kalau sebagian besar orang-orang disekitar saya menganggap saya tidak waras alias gila! Logikanya begini…” lha wong sudah nyaman duduk di tempat yang aman dan mapan, semua kebutuhan hidup keluarga sudah terpenuhi, lha kok malah resign! 
Apakah saya memang gila alias tidak waras? Ini dia jawabannya!
Memang segala sesuatu yang tidak lazim, tidak umum dan tidak biasa, selalu mendatangkan  “pertanyaan dan perhatian bahkan reaksi yang bermacam-macam pada awalnya, tidak terkecuali keputusan gila saya diatas. Tapi, semua akan berbalik 180 derajat, ketika ketidaklaziman dan semua kegilaan ternyata akhirnya memberi hasil dan manfaat melebihi ekspektasi yang telah semua orang bayangkan.
Maaf! Style pola pikir saya dan keluarga yang tidak selalu mengikuti mainstream memang memberi kesan aneh, tidak umum bahkan tidak logis di mata keluarga dan orang-orang di sekitar saya. Inilah saya! Inilah pilihan jalan hidup saya dan keluarga saya! Bukankah semua aspek kehidupan itu adalah pilihan? Sama TOYOTA saja kita disuruh memilih Grand New Avanza atau Grand New Veloz si- mobil untuk keluarga stylish! Betuuuul?


Bibit "kegilaan" kami, bermula sejak saya bersentuhan lebih intensif dengan dua produk peradaban modern abad millennium yang telah terbukti berhasil merubah tatanan kehidupan masyarakat khususnya dalam konsep ruang dan waktu., yaitu teknologi smartphone dan teknologi otomotif, pasca resign dari dunia kerja.  Dua hal inilah yang berperan besar menjadi katalisator ke-gilaan saya dan keluarga dalam memilih jalan hidup, yaitu memilih melanjutkan kehidupan dengan cara yang tidak populer, ber-wirausaha mandiri.
Saya mengawali usaha dengan memproduksi dan menjual berbagai souvenir berbahan dasar kaleng bekas dengan hiasan ornamen khas Kalimantan, seperti jam dinding, kap lampu, wadah lilin, celengan, wadah alat tulis dan banyak lagi yang lainnya, secara online. Disinilah, titik balik kehidupan saya dan keluarga benar-benar dimulai. Awalnya proses kreatif produk semuanya kami tangani sendiri, mulai dari design sampai produksi. Sedangkan untuk delivery, selain dikirim melalui jasa pengiriman paket, kami selalu meluangkan waktu di 2-3 hari di akhir minggu (weekend) untuk berkeliling mendistribusikan produk kami kepada pelanggan baik reseller mupun end user, khusus di seputaran Kalimantan Selatan dan Sebagian Kalimantan Tengah. Sambil menyelam kami minum air mungkin istilah itulah yang paling bisa mewakili acara weekend kami di lapangan. Selain tujuan utama untuk delivery, kami juga ingin melakukan survey secara langsung terhadap "pasar" kami dan satu lagi yang tidak boleh tertinggal adalah bajajalanan (bahasa banjar : jalan-jalan), karena inilah hobby kami sekeluarga sejak dulu.



Hobby bajajalanan kami semakin tersalurkan secara resmi sejak kami menemukan formulasi pembagian hari kerja dengan komposisi 4-5 hari produksi di rumah dan 2-3 hari delivery. Sejak saat itu, kami sekeluarga seperti terlahir kembali ke dunia yang baru, dunia penuh warna yang tidak semua orang bisa menikmatinya…… Sudah pasti! Hari yang paling kami tunggu-tunggu adalah pada 2-3 hari di akhir pekan (weekend). Bagi kami itulah hari yang paling istimewa. Dalam 2-3 hari itu, kami menjadikan mobil avanza kebanggan kami menjadi rumah sekaligus kantor kami. Untuk perjalanan selama 2-3 hari berkeliling Kalimantan Selatan dan sebagian Kalimantan Tengah dengan "peralatan tempur" lengkap layaknya orang melakukan tour atau ekspedisi, seperti seperangkat alat sholat, alat komunikasi (smartphone, telepon satelit, laptop, radio dan tv portable), perlengkapan berkemah (plus peralatan memasak seperlunya), bahan makanan dan minuman, peralatan mandi dan cuci. Ada yang mau ikut nggak?
Kota Kapuas

Siring Sungai Martapura

Pantai Takisung, Tanah Laut


Sekarang, bajajalanan sudah menjadi kebutuhan primer bagi kami. Tiada hari tanpa jalan-jalan! karenanya jatah 2-3 hari weekend pasti kami manfaatkan se-efektif dan se-efisien mungkin. Kami biasa menjelajahi seputaran Kota Banjarmasin dan beberapa kota yang diproyeksikan menjadi daerah penyangga atau satellite Kota Banjarmasin yang berkolaborasi membangun Kota Metropolitan dengan tajuk “Banjar Bakula” seperti Kota Banjarbaru, Kota Martapura yang terkenal dengan “Kota Serambi Makkah dan batu-batu mulia”-nya di Kabupaten Banjar, Kota Pelaihari “Jogja”-nya Kalimantan Selatan di Kabupaten Tanah Laut dan Kota Marabahan di Kab. Barito Kuala. Tidak jarang juga kami sampai ke  daerah “Banua Anam” yaitu 6 (enam) Kabupaten di Kalimantan Selatan bagian utara yang meliputi Kota Rantau di Kabupaten Tapin yang terkenal sebagai lumbung batubara-nya Kalimantan Selatan, Kota Kandangan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang terkenal dengan kuliner “Dodol dan Ketupat Kandangan-nya, Kota Barabai yang terkenal dengan kuliner “Apam Barabai dan obyek wisata pagat” di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kota Amuntai yang lebih dikenal dengan “Itik Alabio dan populasi kerbau rawa”-nya di Kab. Hulu Sungai Utara dan Kota Tanjung yang terkenal dengan “buah Langsat”-nya di Kabupaten Tabalong. Terkadang kami juga sampai ke “Kota Air” Kapuas, Pulang Pisau dan calon ibu kotaNegara Kota Palangkaraya di Kalimantan Tengah. Selain destinasi wisata yang sudah populer di Kalimantan Selatan dan tengah diatas, kami juga sering  mencari  (exploration) tempat-tempat baru yang berpotensi menjadi tempat wisata. Inilah yang kami sebut dengan bajajalanan .
Bertemu jalan bidadari di Sungai Kahayan, Palangkaraya

 Zooplant, Liang Anggang (LA)

Setiap daerah yang saya sebutkan diatas mempunyai karakter alam & lingkungan, sosial, seni dan budaya yang berbeda-beda, inilah yang kami cari! Selalu mendapatkan hal baru di tempat baru yang kami datangi. Banyak hal yang kami dapatkan dari bajajalanan ala kami ini. Selain semakin tahu banyak hal dan mengenal lebih banyak orang (guna membangun relationship), kami juga mengumpulkan dan mengabadikan banyak materi menarik seputar kehidupan social, seni dan budaya masing-masing daerah tersebut, seperti adat istiadat, tempat wisata, arsitektur, makanan khas, kerajinan dan lainnya. semuanya kami abadikan dan sebisa serta secepat mungkin kami posting di website dan beberapa media sosial milik kami sebagai bagian dari “proses marketing” usaha saya, sekaligus sebagai bagian dari niat kami untuk memperkenalkan hal-hal baru yang mungkin bermanfaat tapi belum di kenal oleh khalayak, khususnya destinasi wisata di Kalimantan Selatan. Saya berharap suatu saat bisa menyusun materi yang telah saya kumpulkan menjadi sebuah buku yang bisa dipakai menjadi panduan “pariwisata murah Kalimantan Selatan”. Gratis! Kira-kira ada nggak yang mau jadi sponsor?


Grand New Veloz si- Mobil untuk Keluarga Stylish! yang Menggoda Iman Saya!
Mobil, sudah menjadi kebutuhan primer bagi kami sekeluarga, tidak hanya sebagai alat transportasi dan mobilisasi saja, mobil adalah rumah sekaligus kantor kedua bagi kami. Sejalan dengan kemajuan usaha jual beli online yang saya jalani, mobilitas kami semakin bertambah. Karena mobil Avanza lama kami umurnya sudah mendekati 5 (lima) tahun, kami barpikir untuk meng-upgrade-nya dengan Grand New Veloz, mobil dengan exterior dan interior  stylish dan trendy lifestyle yang baru saja dilahirkan oleh pabrikan otomotif terpercaya asal Jepang, TOYOTA. Terus terang kami tidak bisa pindah ke lain hati. TOYOTA adalah bagian dari kelurga kami sejak kakek nenek saya dahulu.. 

Secara umum alasan saya memilih Grand New Veloz adalah,  
pertama, Bagi saya pribadi, TOYOTA adalah jaminan mutu dan kualitas.
Kedua, saya sudah sangat familiar dengan produk TOYOTA. Sejak kecil, mulai kakek dan nenek saya, terus lanjut ke orang tua semua pakai TOYOTA dan ketika masih bekerja, Kijang INNOVA adalah mobil dinas yang saya pakai sehari-hari. Jadi keluarga TOYOTA sudah terlanjur familiar dengan keluarga besar kami, sehingga saya tahu betul semua seluk beluknya.
Ketiga, Seri terbaru yang di beri label Grand New Veloz ini menjawab hampir semua yang menjadi kebutuhan saya dan keluarga, karenanya saya menyebut Grand New Veloz itu "Aku banget....!"
Keempat, Harganya yang “masuk akal”, masih sangat memungkinkan untuk saya jangkau plus proses kreditnya yang nggak ribet amat sangat membantu dan yang
kelima, jaringan servis dan autopart-nya yang tersebar luas tentu sangat memudahkan saya dalam hal perawatan dan pemeliharaan. Apa lagi?

Mungkin banyak yang masih penasaran sama klaim saya di point Ketiga diatas, bahwa Grand New Veloz itu "Aku banget....!"Iya nggak....?
Ini dia jawabnya! Grand New Veloz, mobil dengan exterior dan interior  stylish dan trendy lifestyle ini mempunyai 5 features utama yang benar-benar memenuhi kebutuhan kami  untuk berbagai aktifitas, terutama untuk bajajalanan.

Pertama, EKSTERIOR. 
 Jujur, sebenarnya jiwa-jiwa petualang seperti kami tidak telalu "repot" untuk urusan eksterior. Apalagi harus berurusan dengan TOYOTA! Ampun dah, pasti jaminan mutu dan kualitas. Tapi, siapa sih yang tidak ingin mempunyai mobil modis dengan tampilan sporty dan berkarakter kuat layaknya jiwa-jiwa petualang seperti kami? Look at me, please.....! Tampilan sporty, stylish dan berkelas jelas terlihat pada tampilan headlamp (lampu depan), fog lamp (lampu kabut/senja), rear lamp (lampu belakang), rear reflector (pemantul cahaya belakang), rear roof spoiler (lampu atap belakang) sekarang dilengkapi dengan lampu rem, grill depan , velg, design belakang dan tentunya rear lamp (lampu belakang). Masih belum puas? Mendingan kita lihat gambarnya yuk...!



Kedua, INTERIOR.
Naaah.... ! ini dia yang saya bilang Grand New Veloz itu "Aku banget"! Interiornya bebar-benar menjawab semua yang menjadi kebutuhan kami. Full entertainment dengan dengan 6,1" touchscreen CD, DVD, AM/FM plus koneksi USB, AUX, Bluetooth dan iPod semua siap alias ready. Design kabin yang elegan dan cukup luas, design dashbord-nya stylish dengan warna yang sporty, design  kemudi yang ergonomis delengkapi dengan sistem kontrol audio semakin elegan dalam lapisan kulit, tampilan lampu indikator yang terintegrasi dengan speedometer dengan warna kombinasi putih-biru, membuat berkendara lebih efisien dan optimal, Desaign panel power window yang elegan plus design baru pada shift knob membuat saya dan keluarga bener-bener jatuh cinta sama Grand New Veloz. Semua fiturnya sangat support terhadap aktifitas kami, bajajalanan keliling Indonesia ...ha...ha...ha... (berharap banget ada yang mau jadi sponsor.....!!!!.) sekaligus jadi "kantor" berjalan....wooooow  kereeeen!


  
Ketiga, PERFORMANCE
Ngomong-ngomong soal performance berarti kita bicara soal dapur pacu alias mesin. Jujur ya....! Saya bukanlah seorang yang baik untuk urusan yang satu ini. Justru karena itulah makanya saya dan keluarga memilih produk terpercaya dari produsen terpercaya juga, biar tidak repot urusan kedepannya....he...he...he...!
Menurut informasi dari bapak saya yang kebetulan jago masalah mesin, Mesin Dual VVT-i  (Variable Valve Timing with Intelligent) adalah sebuah sistem kerja cerdas pada mesin yang mampu menghasilkan tenaga lebih besar tapi tetap irit bahan bakar (efisien) dan ramah lingkungan. Semuanya adalah inovasi teknologi dari TOYOTA.

Naaaah, kalau cara kerjanya seperti uraian di bawah ini :

Sistem ini terdapat pada kepala silinder dan merupakan mekanisme pengatur waktu bukaan katup pada mesin. Dapur pacu masa kini dengan sistem 4-stroke memiliki katup masuk (intake) dan buang (exhaust) untuk mengontrol aliran udara dan bahan bakar masuk ruang bakar plus hasil pembakaran keluar menuju knalpot.
Dengan penerapan VVT-i, waktu bukaan katup (valve timing) bisa disesuaikan kebutuhan mesin. Sistem ini awalnya diaplikasi pada katup masuk (intake) saja. Seiring perkembangan, katup buang (exhaust) pun juga ikut dikontrol. Nah, maka lahirlah sistem Dual VVT-i.
Dengan mengatur katup masuk dan buang, pengontrolan udara masuk, maupun gas buang pada segala kondisi kerja mesin jauh lebih baik. Misal pada saat start, pengaturan dimaksimalkan agar dapur pacu segera mendapat suhu ideal. Keuntungannya, tenaga dan torsi mesin segera tersedia. Pun demikian, catalytic converter, suhu juga lebih cepat panas sehingga mampu bekerja maksimal menyaring gas buang agar hasilnya lebih ramah lingkungan.
Tak ketinggalan, saat dapur pacu sudah mencapai suhu kerja, pengaturan bukaan katup bisa disesuaikan putaran mesin. Setelannya tentu berbeda saat harus bekerja dalam kondisi macet atau digeber hingga putaran tinggi pada jalan bebas hambatan.

Jadi  jelas! Saya dan keluarga tidak salah memilih Grand New Veloz untuk dijadikan kantor bergerak. Performa mesin yang bertenaga tapi tetap irit bahan bakar plus ramah lingkungan tentu sangat cocok untuk aktifitas kami bajajalanan keliling Kalimantan Selatan dan Tengah. Mau ikut....?



Keempat,  SAFETY (KEAMANAN)
Grand New Veloz dilengkapi dengan beberapa fitur safety  yang tepatguna. Bagi saya ini sangat penting! Karena saat bajajalanan, berarti mobil kami secara otomatis telah berubah fungsi menjadi kantor dan rumah sekaligus, karena itu kami memilih mobil dengan jaminan keamanan maksimal seperti Grand New Veloz. Diantara fitur-fitur kemanan yang dimiliki oleh Grand New Veloz, saya paling tertarik dengan fitur side impact beam yaitu sistem perlindungan benturan dari arah samping pengemudi dan penumpang  plus beberapa sistem tambahan keamanan dan kenyamanan untuk bayi dan batita seperti Isofix specification, Base Assy-Child Restraint Seat, Seat Assy-Child Restratint dan Seat Sub-Assy-Child Restratint. Sedangkan fitur-fitur lainnya sebagai fitur kemanan standart tetap kami perlukan untuk bajajalanan tiap akhir pekan, seperti Immobilizer Key, ABS  (Auto Lock Braking System),  Seatbelt with Pretensioner & Force Limiter dan 3 Point Seat Belt for Center Passenger.

   


Kelima, COMFORT (KENYAMANAN)
Faktor kenyamanan merupakan elemen kelima yang membuat kami semakin jatuh cinta dengan Grand New Veloz. Untuk aktifitas bajajalanan kami yang biasa menempuh jarak ribuan kilometer selama berhari-hari faktor comfort menjadi begitu penting, karena sangat berpengaruh pada kualitas bajajalanan kami. Ruang kabin yang lebih senyap membuat anak-anak tetap betah dan nyaman ketika mereka harus terlelap dalam perjalanan. Tempat duduk yang bisa diatur posisinya dengan mudah, design kursi yang nyaman untuk bajajalanan jarak jauh dan semua itu di dukung oleh sistem suspensi yang lembut dan stabil sehingga memberi jaminan kenyamanan berkendara secara maksimal.



Hidup bersama si - mobil untuk keluarga stylish
Kawan! Berbicara soal mobil dengan exterior dan interior  stylish dan trendy lifestyle yang satu ini, sepertinya memang tidak akan ada habisnya!Sekarang tiba waktunya untuk move on! Jualan lagi.....
Oya kawan! Dengan Grand New Veloz, kami sekeluarga punya cita-cita besar yang mudah-mudahan suatu saat bisa kesampaian. Kami sekeluarga ingin keliling Indonesia! Kami ingin membuktikan sendiri bahwa Nusantara kita tercinta adalah sepenggal surga yang jatuh di dunia! Ada yang mau ikut?
Kalau mau ikut, mari terus menggali potensi terbaik dalam diri kita yang telah disediakan oleh Tuhan, selaraskan dengan irama alam yang telah menanti pilihan langkah terbaik kita. Tetap ikuti kata hatimu dengan jujur! Seperti produk TOYOTA yang bejibun, hidup ini juga menyediakan banyak pilihan. Keputusan tetap ada di tangan kita dan Tuhan-lah yang akan memilihkan jalan yang terbaik untuk kita. Tunggu apa lagi? Ayo move on bersama mobil dengan exterior dan interior  stylish dan trendy lifestyle, Grand New Veloz!
See you........




Jumat, 16 Oktober 2015

"Bertemu" Ronaldinho dan Frank Lampard di Masjidil Haram

Bertemu Bintang Sepakbola di Masjidil Haram
 Ronaldinho

Kaget, haru dan senang! itulah ekspresi saya ketika bertemu langsung dengan jagoan-jagoan lapangan hijau kelas wahid dunia di Tanah Haram, Makkah dan Madinah! Haaaah..... di Makkah dan Madinah? Yah, saya bertemu mereka di Makkah dan Madinah! beberapa waktu yang lalu saat saya berkesempatan menjadi tamu Allah.
Di 2 Kota suci Umat Islam itu ternyata hampir semua bintang sepak bola kelas dunia berkumpul! Sebut saja Ronaldinho, Frank Lampard, Thomas Mueller, Robin Van Persie, Lionel Messi, Cesc Fabregas, Samir Nasri, Scoot Parker, Steven Gerrard, Mesut Ozil, Robinho, Pedro Rodrigues, Wesley Sneijder, Wayne Rooney, Fernando Torres, Zlatan Ibrahimovic, David Silva, Emmanuel Adebayor, Andrea Pirlo, Rio Ferdinand dan banyak lagi lainnya! Tidak ketinggalan pula bintang-bintang lokal Arab Saudi dan Indonesia juga ada, seperti Yasser Al Qahtani, Emad, Al Fraidi, Emana, Bambang Pamungkas, Errol FX. Iba, Bima Sakti dan lain-lain.
Emmanuel Adebayor
Emad
 
Frank Lampard
Selain bersalaman sebagai tanda persahabatan, saya juga minta ijin untuk mengambil gambar mereka secara "eksklusif" dan syukurnya mereka sama sekali tidak keberatan untuk itu. Bahkan dengan senyuman menawan mereka mengijinkan saya untuk mengambil gambar mereka dari arah mana saja yang saya sukai. kereeeeeen....

Fernando Torres
 
Wayne Rooney
 
Cesc Fabregas
Di Makkah dan Madinah, beberapa kali saya melihat Frank Lampard, Ronaldinho, Imanuel Adebayor, Christiano Ronaldo dan Edin Dzeko khusyuk berdoa di depan Kabah. Terus saya juga melihat Robinho, Wayne Rooney, Fernando Torres, Cesc Fabregas, Karim Benzema dan Didier Drogba tengah khusyuk melakukan Sholat Fardhu berjamaah. Tidak ketinggalan Andrea Pirlo, Scoot Parker, Samir Nasri, Robin Van Persie saya lihat tengah asyik berdzikir di tengah-tengah jamaah lainnya.
Dijalan, waktu berangkat ke Masjid atau pulang menuju penginapan saya sering bertemu dengan David Beckham, Lionel Messi, Nicholas Anelka, Pedro Rodriguez, Frank Ribbery, Mesut Ozil, Luiz Suarez.
Lionel Messi
 
Wesley Sneijder
 
Pedro Rodriguez
 
Steven Gerrard 
Diantara pertemuan saya dengan beberapa bintang sepak bola dunia di Kota Makkah dan Madinah, ada beberapa yang memberi kesan istimewa dan super spesial dalam hati saya, yaitu pertemuan saya dengan Lionel Messi bersama ibunya ketika sama-sama berebut mengambil air zam-zam, terus pertemuan dengan Xavi Hernandes di toilet bawah tanah Masjidil Haram, ditolong Gonzalo Higuain waktu saya dan anak saya tersesat dalam perjalanan pulang menuju penginapan di kawasan Syib Amir, Makkah,  saat Rio Ferdinand berdiri di samping saya saat Sholat Subuh hari kedua di Madinah dan yang paling spektakuler adalah bertemu Bambang Pamungkas alias Bepe salah satu legenda sepak bola Indonesia sedang nyetir bus yang membawa rombongan kami dari Madinah Ke Kota Makkah.
Robin Van Persie 
Samir Nasri 
Mesut Ozil
 
Scoot Parker
  
Sayang tidak semua pertemuan saya dengan bintang-bintang sepak bola dunia di Kota suci Makkah dan Madinah bisa saya abadikan dalam bentuk gambar. Bukannya mereka tidak mau, tapi  karena saya tidak siap dengan pertemuan itu! Terkadang lupa nggak bawa kamera, ataupun pas bawa kamera eh ....tiba-tiba baterai habis atau memory card saya sudah penuh karena belum sempat diganti ganti atau di transfer. Sayang ya........!
Andrea Pirlo
Eiiiiiiit jangan bingung dulu ya! Kok bisa mereka berkumpul di Tanah suci Makkah dan Madinah? Bukankah 2 kota suci umat Islam itu merupakan tanah haram atau Forbidden City? Sebagian besar bintang-bintang dunia itu kan non......
Tidak usah bingung dan berprasangka macam-macam! Karena bintang-bintang sepakbola dunia yang saya jumpai di Kota Makkah dan Madinah semua adalah muslim. Lho kok bisa? Ya bisa! Lha wong mereka bukanlah bintang-bintang aslinya! Mereka adalah saudara-saudara kita yang terkena imbas dari massive-nya propaganda industri sepakbola dunia. Sama seperti di Indonesia, gelombang demam bola sepertinya juga telah merasuki kawula muda di 2 kota haram Makkah dan Madinah.
Lionel Messi
Ditandai dengan pemakaian atribut sepakbola, terutama kaos atau baju sporty berdesain ala jersey tim-tim terkenal dunia lengkap dengan nama pemain yang nempel di punggung. Mereka beraktifitas seperti biasa di dalam Masjidil Haram dan Masjidil Nabawi, seperti melakukan tawwaf, sholat, berdoa, membaca Al Quran dan aktiftas ibadah lainnya. Bagi jamaah pendatang seperti saya, pertama kali melihat pemandangan ini tentu terasa agak ganjil! Karena selama ini kita memahami masyarakat Arab khusunya Arab Saudi selalu identik dengan baju gamis yang menutup hampir semua bagian tubuh.
Dunia memang terus bergerak dan berubah, begitu pula dunia Arab termasuk masyarakat 2 kota suci Makkah dan Madinah. Sekarang mereka lebih terbuka menerima budaya dari luar (dunia Islam). Sebagai kiblat Umat Islam sedunia, semoga perubahan yang terjadi tidak mengganggu keimanan dan proses ber-iman semua umat Islam kepada Allah SWT serta tetap selaras dan sejalan dengan tuntunan Islam dalam Al Quran dan As Sunnah. Wallahu A'lam Bish-shawab.

Bisa juga dibaca di Kompasiana, atau klik disini

Selasa, 13 Oktober 2015

Banjarmasin Pagi Ini, Serasa di "Dunia Lain"

 Banjarmasin Pagi Ini, Serasa di "Dunia Lain"
Hanya Sorot Lampunya saja yang terlihat


Sejak Subuh pagi ini, kabut asap tebal turun menyelimuti Kota Banjarmasin dan sekitarnya. Di sekitar Jalan A. Yani, km 7 atau perbatasan dengan Kabupaten Banjar, tepatnya di sekitar Pasar Ahad, Kec. Kertakhanyar, kabut asap tebal benar-benar melumpuhkan aktivitas masyarakat. Arus lalu lintas pagi ini berhenti total. Dengan jarak pandang yang hanya mencapai 2-4 meter, tentu sangat berbahaya untuk aktivitas transportasi.
Berada di luar rumah, kami merasa seperti dalam dunia lain, dunia antah berantah yang tidak pernah kami pahami sebelumnya. Situasi ini mengulang musibah kabut asap serupa tahun 2006 di mana kabut asap tebal menutup hampir semua wilayah Kota Banjarmasin dan sekitarnya.
Berikut foto-foto selimut kabut asap tebal yang menyelimuti Kota Banjarmasin pagi ini.






Semua foto : koleksi pribadi

Ada yang tertarik merasakan sensasi berada di alam lain? Yuk datang ke Banjarmasin....! Wisata ekstrem yang penuh sensasi akan memanjakan imajinasi Anda semua.......! Let's go......

Yuk, Pindahkan Kantor di Saku Celana!

Keputusan berhenti bekerja dari salah satu perusahaan retail asing, sekitar 6 tahun yang lalu ternyata menjadi moment titik balik yang mengantarkan saya bersentuhan lebih intensif dengan salah satu teknologi yang telah merubah wajah dunia bernama internet. Produk peradaban abad milenium yang telah merubah dimensi ruang dan waktu menjadi lebih efektif dan efisien tersebut membuat saya seperti terlahir kembali di dunia baru yang penuh warna dan dinamika.
Sejak saat itu internet  menjadi asalah satu bagian terpenting dalam kebutuhan saya. Dalam hieraki kebutuhan saya dan keluarga posisi intenet menjelma jadi kebutuhan primer layaknya sandang, pangan dan papan. Betapa tidak? Sejak saat itu, Sunatullah untuk mengebulkan asap di dapur kami bahan bakar utamanya ya... link internet. Saya mengawali usaha berbasis internet dengan membuka PPOB (Payment Point Online Bank) atau sistem pembayaran tagihan online di garasi rumah dengan mengandalkan seperangkat komputer yang terkoneksi dengan sambungan internet via jaringan kabel konvensional dan bila gangguan, saya memanfaatkan perangkat HP Smartfren CM100 sebagai modem. Tidak berhenti disitu saja! Seiring dengan terbukanya pasar di lingkuan tempat tinggal saya, saya mencoba merambah usaha laundry dan jual beli berbagai produk dengan sistem offline dan online. Alhamdulillah inilah jalan hidup saya sampai detik ini.
Sejak internet mulai merakyat, revolusi teknologi komunikasi berbasis internet semakin massive dan simultan. Produsen alat telekomunikasi dan vendor penyedia layanan telekomunikasi secara kontinyu ber-inovasi untuk meng-update dan meng-upgrade teknologi dan pelayanannya guna memanjakan kebutuhan semua pelanggan setianya. Produk teknologi telekomunikasi yang paling fenomenal dan agresif perkembangannya adalah smartphone atau si-telephone cerdas. yaitu perangkat telekomunikasi multifungsi atau serbaguna yang berbasis internet.

Taman Bundaran Kota Kuala Kapuas

Kehadiran smartphone merupakan sebuah lompatan perkembangan teknologi telekomunikasi yang membawa berkah tersendiri bagi banyak orang, termasuk saya, usaha saya dan tentunya keluarga. Berbagai fitur canggih yang disediakan dalam smartphone benar-benar membantu aktifitas saya dan keluarga dalam mengembangkan usaha dan bisnis saya berjualan, terutama sistem online via internet. Sekarang, aktifitas saya lebih mobile tidak harus duduk manis di depan computer/PC untuk memantau usaha dan bisnis saya, sehingga banyak peluang dan kesempatan usaha lain yang bisa saya tangkap untuk di ambil manfaatnya. Satu hal yang paling membuat kami sekeluarga semakin merasakan berkah dari kehadiran smartphone adalah tersalurnya kembali hobi kami sekeluarga bajajalanan (bahasa banjar ; jalan-jalan) alias travelling yang sebelumnya sempat vacuum agak lama karena masalah pekerjaan dan waktu. Sekarang, kami mempunyai waktu lebih banyak untuk beraktifitas diluar tanpa harus mengganggu aktifitas usaha dan bisnis saya. Tahu kenapa? Karena kantor dan ruang kerja saya sekarang sudah boyongan alias pindahan ke dalam kotak ajaib yang bisa masuk saku celana dan tentunya bisa saya bawa kemana saja! Apa itu…? Smartphone!

 

Dengan tagline moto…”Bisnis OK! bajajalanan semakin OK!”. Saya terus berburu perangkat dan layanan smartphone yang benar-benar bisa melengkapi sekaligus memperkuat eksistensi “kantor” mobile saya dan Smartfren 4G LTE Advanced-lah yang menjadi pilihan saya. Alasan saya sederhana saja. ,
Pertama, layanan 4G yang menjadi basic dari layanan Smartfren 4G LTE Advanced adalah generasi terbaru hasil penyempurnaan dari generasi 2G dan 3G sebelumnya.
Kedua, hampir semua wilayah Kalimantan Selatan yang menjadi pasar saya telah masuk dalam coverage area layanan Smartfren 4G LTE Advanced
Ketiga, Harga smartphone yang mendukung layanan Smartfren 4G LTE Advanced keluaran Smartfren harganya relatif murah tapi tetap tidak murahan bila dibanding produk sejenis
Layanan Smartfren 4G LTE Advanced relatif baru masuk ke Kalimantan Selatan, tapi kehadirannya benar-benar menjadi tambahan berkah tersendiri bagi kami. Kebutuhan kami akan teknologi layanan internet yang "mumpuni dengan harga terjangkau" sangat membantu aktifitas dan kinerja kami. Daya jelajah bajajalanan kami yang semakin hari semakin meluas tentunya sangat memerlukan perangkat dan layanan internet yang mumpuni seperti Smartfren 4G LTE Advanced.

Alun-Alun Ratu Zalecha, Kota Martapura

Bagi kami bajajalanan sudah menjadi kebutuhan, bahkan sekarang bisa dibilang tiada hari tanpa travelling. Minimal 2 (dua) hari sekali kami pasti melakukan delivery sendiri barang pesanan kepada pelanggan di seputaran Kota Banjarmasin dan beberapa kota yang diproyeksikan menjadi daerah penyangga atau satellite Kota Banjarmasin yang berkolaborasi membangun Kota Metropolitan dengan tajuk “Banjar Bakula” seperti Kota Banjarbaru, Kota Martapura yang terkenal dengan “Kota Serambi Makkah dan batu-batu mulia”-nya di Kabupaten Banjar, Kota Pelaihari “Jogja”-nya Kalimantan Selatan di Kabupaten Tanah Laut dan Kota Marabahan di Kab. Barito Kuala.
Sunset Pantai Takisung, Kabupaten Tanah Laut

Tidak jarang juga kami sampai ke daerah “Banua Anam” yaitu 6 (enam) Kabupaten di Kalimantan Selatan bagian utara yang meliputi Kota Rantau di Kabupaten Tapin yang terkenal sebagai lumbung batubara-nya Kalimantan Selatan, Kota Kandangan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang terkenal dengan wisata "balanting" di perkampungan suku Dayak Loksado dan kuliner “Dodol & Ketupat Kandangan", Kota Barabai yang terkenal dengan kuliner “Apam Barabai dan” di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kota Amuntai yang lebih dikenal dengan “Itik Alabio dan populasi kerbau rawa”-nya di Kab. Hulu Sungai Utara dan Kota Tanjung yang terkenal dengan “buah Langsat”-nya di Kabupaten Tabalong. Terkadang kami juga sampai ke “Kota Air” Kapuas, Pulang Pisau dan calon ibu kota Negara Kota Palangkaraya di Kalimantan Tengah. Inilah yang kami sebut dengan bajajalanan .

Zooplant, Landasan Ulin, Banjarbaru

Setiap daerah yang saya sebutkan diatas mempunyai karakter alam & lingkungan, sosial, seni dan budaya yang berbeda-beda, inilah yang kami cari! Selalu mendapatkan hal baru di tempat baru yang kami tuju. Banyak hal yang kami dapatkan dari bajajalanan ala kami ini. Selain semakin tahu banyak hal dan mengenal lebih banyak orang (guna membangun relationship), kami juga mengumpulkan dan mengabadikan banyak materi menarik seputar kehidupan social, seni dan budaya masing-masing daerah tersebut, seperti adat istiadat, tempat wisata, arsitektur, makanan khas, kerajinan dan lainnya. semuanya kami abadikan dan sebisa serta secepat mungkin kami posting di website dan beberapa media sosial milik kami sebagai bagian dari “proses marketing” usaha kami, sekaligus sebagai bagian dari niat kami untuk memperkenalkan hal-hal baru yang mungkin bermanfaat tapi belum di kenal oleh khalayak, khususnya destinasi wisata di Kalimantan Selatan. Saya berharap suatu saat bisa menyusun materi yang telah saya kumpulkan menjadi sebuah buku yang bisa dipakai menjadi panduan “pariwisata dan pendidikan murah Kalimantan Selatan”. Gratis! Ada yang mau jadi sponsor?

Menara Pandang, Taman Labirin, Tambang Ulang, Tanah Laut

Untuk keperluan dokumentasi dan upload data ke media sosial, selain mengandalkan kamera jadul yang kami punya, kami sangat terbantu dengan kehandalan Smartfren 4G LTE Advanced, yang coverage area-nya hampir meliputi semua area pasar saya di Kalimantan Selatan.
Harapan dan cita-cita besar saya adalah bisa membuka pasar ke seluruh wilayah Indonesia, sehingga saya juga bisa keliling Indonesia untuk bajajalanan sekaligus mendokumentasikan eksotisnya alam, adat istiadat, seni dan ragam budaya Nusantara.  Kapan? Menunggu coverage area Smartfren 4G LTE Advanced mencakup seluruh Indonesia! Agar komunikasi dan aktifitas kami tetap bisa berjalan lancar dimanapun kami berada. Amin!

Membangun Ruang Publik Berbasis (Budaya) Sungai ala Kota Banjarmasin


Membangun Ruang Publik Berbasis (Budaya) Sungai  ala Kota Banjarmasin
Taman Maskot dengan latar belakang Sungai Martapura
(Sumber Gambar : Koleksi Pribadi)


BANJARMASIN “KOTA SERIBU SUNGAI”
Kota Banjarmasin, ibu kota Propinsi Kalimantan Selatan dikenal luas dengan julukan “Kota Seribu Sungai”. Salah satu kota perdagangan tertua di Pulau Kalimantan ini memang mempunyai alur sungai terbanyak di Indonesia bahkan mungkin dunia. Walaupun data riilnya tidak sampai seribu seperti julukannya, aliran sungai yang ada menjadikan lanskap kota Banjarmasin seperti sekumpulan pulau-pulau kecil di ujung Pulau Kalimantan bagian Selatan, jika dilihat dari udara. Unik!? Tunggu dulu! Ada lagi yang lebih unik. Tinggi rata-rata permukaan tanah di Kota Banjarmasin sekitar 60cm dibawah permukaan air laut. Hal ini menyebabkan sebagian besar wilayah daratan Kota Banjarmasin didominasi oleh lahan basah atau rawa-rawa dengan intensitas kedalaman yang berbeda-beda dan yang paling unik adalah arus dan arah aliran sungai tergantung oleh pasang surut air laut. Normalnya, aliran air sungai mengalir dari hulu menuju ke hilir, tapi di Banjarmasin bisa sebaliknya bila air laut pasang. Hal ini menyebabkan terjadinya intrusi air laut, sehingga air sungai dan rawa bisa berubah-ubah taste-nya tergantung waktunya. Terkadang pagi tawar, siang atau sore bisa berubah menjadi payau bahkan asin. Unik bukan?
Kondisi alam Kota Banjarmasin yang sangat khas inilah yang membentuk karakter budaya air/sungai melekat selama ber-abad-abad pada masyarakat Kota Banjarmasin. Budaya Sungai yang telah berurat dan berakar akhirnya menjadi identitas Kota Banjarmasin sampai sekarang. Sebagai identitas komunal masyarakat Kota Banjarmasin, budaya sungai memberi pengaruh yang sangat signifikan terhadap pola aktifitas sosial, ekonomi, seni dan budaya masyarakatnya. Jadi bisa dibilang, sungai adalah urat nadi kehidupan masyarakat Kota Banjarmasin, setidaknya sampai dua dekade silam.
Sebagai buktinya, hampir semua sarana dan prasaran publik maupun pribadi dibangun di sekitar sungai dengan menghadap ke sungai, mulai rumah tinggal pribadi, sekolah, perkantoran pemerintah, militer, sarana ibadah, pasar, bahkan pelabuhan Tri Sakti yang merupakan pintu masuk orang dan barang ke Pulau Kalimantan juga dibangun di tepi sungai bukan di tepi laut layaknya pelabuhan besar lainnya di Indonesia dan yang paling menarik adalah keberadaan dua pasar tradisonal yang menjadi icon pariwisata Kota Banjarmasin yang begitu masyur seantero dunia, “pasar terapung” di daerah Kuin dan Lok Baintan lokasinya bukan di daratan layaknya pasar-pasar umumnya, tapi mengapung diatas aliran sungai.

REALITAS RUANG PUBLIK DI KOTA BANJARMASIN
Kota Banjarmasin dengan luas (hanya) sekitar 98 km2 atau ¼ dari luas saudara mudanya Kota Banjarbaru atau 1/8 luas Kota Jakarta, merupakan Ibu Kota Propinsi dengan luas terkecil di Pulau Kalimantan. Coba bandingkan dengan luas Kota Palangkaraya, ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah yang diwacanakan menjadi Ibu Kota Negara Indonesia yang mencapai 2.400 km2. Tetapi kepadatan penduduk Kota Banjarmasin, merupakan yang tertinggi diantara Ibu Kota propinsi lainnya di Pulau Kalimantan. Menurut data BPS tahun 2013, kepadatan penduduk di Kota Banjarmasin mendekati angka 7000jiwa/km2. Coba bandingkan dengan Kota Samarinda yang hanya 1.122 jiwa/km2 atau Kota Palangkaraya yang hanya 102 jiwa/km2.
Mencermati data diatas, angka kepadatan penduduk Kota Banjarmasin yang mencapai 7000 jiwa/km2 jelas jauh dari angka ideal yang seharusnya (maksimal) 1000 jiwa/km2 atau 40 jiwa/ha. Kota Banjarmasin sudah overcapacity dan bisa dibilang sangat tidak layak huni. Ketidakseimbangan antara ketersediaan ruang dan populasi penduduk Kota Banjarmasin ini tentu akan membawa dampak yang tidak sehat bagi perkembangan sosiopsikis masyarakat Kota Banjarmasin yang multietnis dan bila tidak dikelola dengan tepat tentu akan menimbulkan banyak permasalahan sosial di kemudian hari.
Celakannya, ruang publik yang terbukti mampu menjadi salah satu solusi untuk menetralisir “kepenatan dan kejenuhan sosial”, kualitas dan kuantitas space ruangnya masih minim dan terbatas. Ruang publik di Kota Banjarmasin sebagian besar berupa ruang terbuka hijau (RTH), sebut saja Taman Kamboja yang ada di tengah kota Banjarmasin, Taman Maskot di sebelah Masjid Sabilal Mutadin, Taman hutan kota halaman Masjid Sabilal Muhtadin, Taman hutan kota Korem Banjarmasin, Taman siring sungai Martapura, taman dan pepohonan sepanjang trotoar Jalan A. Yani (sayang, mulai hilang karena pelebaran jalan dan pembangunan fly over), taman agrowisata & kebun binatang mini di Jl. Jahri Saleh. Total bentang ruang terbuka hijau di Kota Banjarmasin baru mencapai sekitar 17% atau baru setengah lebih sedikit dari yang dipersyaratkan oleh UU No.26 tahun 2007, pasal 29 yaitu 30% dari total luas wilayah.
Masjid Sabilal Muhtadin Dengan Hutan Kota Di Sekelilingnya

Terbatasnya ruang “bersosialisasi” masyarakat, tentu juga akan membatasi ruang kreasi, rekreasi, ekspresi, aktualisasi dan interaksi masyarakat Kota Banjarmasin secara umum. Di titik inilah diperlukan ide-ide segar, kebijakan konstruktif dan tindakan riil yang terukur sebagai terobosan aplikatif guna tetap menjaga keberlangsungan dinamika sosial dan harmonisasi masyarakat Kota Banjarmasin yang terkenal heterogen. dengan tetap mengedepankan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal khas Masyarakat Kota Banjarmasin
Gayung bersambut, Pemerintah Kota Banjarmasin, sepertinya mempunyai “jurus maut” yang ampuh untuk menjawab kegelisahan dan kegundahan masyarakatnya yang seperti api dalam sekam. Membangun ruang publik dan atau Ruang Terbuka Hijau berbasis budaya dan ekologi sungai yang representatif menjadi pilihan utama sekaligus jurus paling ampuh untuk menjawab berbagai kegelisahan sosial masyarakat Kota Banjarmasin.
Kenapa harus membangun ruang publik dan atau Ruang Terbuka Hijau berbasis ekologi sungai? Kenapa bukan yang lain? Seperti membangun Kebun Raya misalnya!? Atau membangun taman-taman asri dengan kebun binatang mini di sudut-sudut kota seperti yang dilakukan Pemkot Surabaya?
Dengan luas wilayah hanya 98km2 dan kepadatan penduduk sekarang ini lebih dari 7000 jiwa/km2 plus didominasi lahan basah atau rawa-rawa, bukan perkara mudah membangun ruang publik di Kota Banjarmasin. Hal ini memang diakui oleh (mantan) Walikota Banjarmasin H. Muhidin ketika menanggapi permasalahan minimnya ruang publik dan terbuka hijau di Kota Banjarmasin. Mungkin ini salah satu jawaban mengapa di Kota Banjarmasin tidak terdapat alun-alun yang umumnya menjadi landmark sebuah kota seperti layaknya ibu kota kabupaten/kota di daerah lain! Situasi ini memang bukan domain Kota Banjarmasin saja, tapi hampir semua kota besar di Indonesia.
Dengan segala keterbatasan yang ada, Pemko Banjarmasin memang tidak mempunyai banyak opsi mudah dan memadai untuk mengembangkan ruang publik di Kota Banjarmasin. Tapi Kota Banjarmasn dengan segala keterbatasannya tetap harus berubah dan berbenah. Pelan tapi pasti, seiring berjalannya waktu ternyata justeru keterbatasan inilah yang akhirnya menuntun kesadaran semua elemen di Kota Banjarmasin untuk kembali menjadikan sungai sebagai sentra kehidupan sosial masyarakat Kota Banjarmasin. Salah satunya dengan mengembangkan potensi ekologi sungai menjadi kawasan terpadu yang multimanfaat, yaitu sebagai daerah konservasi, pariwisata, pendidikan dan tentunya stimulus perekonomian. "Sambil menyelam minum air” mungkin itu gambaran upaya strategis yang dilakukan Pemerintah Kota Banjarmasin membangun ruang publik dan atau ruang terbuka hijau yang berbasis sungai. Selain untuk memenuhi kebutuhan internal masyarakatnya juga berfungsi ganda sebagai upaya memperkuat brand image Kota Banjarmasin, khususnya di sektor pariwisata sebagai kota yang identik dengan sungai atau budaya sungai. Kedepan, hal ini tentu akan memberi dampak ikutan yang signifikan bagi nilai jual aktifitas dan destinasi pariwisata Kota Banjarmasin khususnya yang berbasis sungai
Pasar Terapung Alami, Ruang Publik Asli Produk Budaya Sungai
(Sumber Foto : anekatempatwisata.com)

Harus diakui memang, arah pembangunan Kota Banjarmasin dalam dua dekade terakhir seperti meminggirkan sungai dan budaya sungai. Dampaknya sangat besar! Banyak alur sungai yang hilang dengan berbagai sebab, pendangkalan sungai semakin massif, pencemaran air sungai semakin mengerikan, krisis air bersih di musim kemarau (sebuah ironi sebagai daerah yang identik dengan budaya air/sungai) dan ancaman banjir besar yang mengancam setiap musin hujan (Masih ingat!? Rata-rata tinggi permukaan tanah di Kota Banjarmasin lebih rendah dari permukaan air laut). Tapi semua itu cerita lalu! Sekarang Kota Banjarmasin tengah bebenah untuk berubah dan semoga Istiqomah! Berangkat dari budaya sungai sebagai identitas Kota Banjarmasin, maka tidak salah jika pilihannya adalah kembali menjadikan ekologi sungai sebagai titik sentral dari proyek pembangunan ruang publik dan atau ruang terbuka hijau di Kota Banjarmasin. Meskipun bentangnya tidak terlalu luas tapi quantity dan panjangnya aliran sungai yang mengaliri Kota Banjarmasin dirasa cukup untuk menjadi oase menyegarkan bagi Kota Banjarmasin“.

GAMBARAN GLOBAL TAHAPAN TEKNIS PEMBANGUNAN RUANG PUBLIK BERBASIS (BUDAYA) SUNGAI DI KOTA BANJARMASIN
Berikut, gambaran global tahapan teknis proses pembangunan ruang publik dan atau Ruang Terbuka Hijau berbasis ekologi sungai di Banjarmasin.

1. Inventarisasi
Semua sungai besar maupun kecil yang mengalir di Kota Banjarmasin di data ulang, identitas dan kondisi fisik sungai dicatat secara detail selain untuk arsip, juga menjadi bahan acuan untuk menyusun skala prioritas pada kebijakan pembangunan ruang publik dan atau Ruang Terbuka Hijau selanjutnya.

2. Pelabelan

Label Sungai : Sungai Pemurus
(Sumber Gambar : Koleksi Pribadi)

Masing-masing sungai juga diberi tanda pengenal berupa papan nama dan yang dipasang ditempat terbuka yang mudah diakses/dibaca oleh siapapun sebagai pengenal sekaligus alat sosialisasi kepada masyarakat.
Selain sebagai tanda pengenal, pelabelan juga berfungsi sebagai sarana edukasi kepada masyarakat agar kembali mempunyai rasa memiliki dan sadar akan fungsi dan peran sungai bagi keseimbangan ekosistem.

3. Normalisasi Sungai.
Dari sekian banyak sungai yang mengalir di Kota Banjarmasin memang tidak semua berfungsi sebagaimana mestinya, bahkan ada beberapa di antaranya yang hilang karena telah berubah fungsi. Untuk itu perlu dilakukan normalisasi fungsi sungai dengan mengembalikan kondisi fisik badan sungai dan fungsinya seperti semula.
Disini, proses yang paling banyak memakan waktu dan biaya adalah proses pembebasan lahan yang terlanjur dikuasai oleh masyarakat. Sedangkan aktifitas yang paling dominan adalah pengerukan sungai. Karena banyaknya sungai yang ada, maka pelaksanaanya dilakukan secara bertahap sesuai dengan skala prioritasnya.

4. Pembangunan Fisik.
Pembangunan fisik prasarana pendukung dilakukan sesuai keperluan dan desain yang telah ditetapkan.

5. Pemeliharaan/Perawatan Fisik
Diantara aktifitas yang lain, fungsi pemeliharaan biasanya dianggap yang paling mudah tapi kenyataanya di fungsi inilah biasanya banyak terjadi kegagalan. Sehingga banyak sarana dan prasarana penunjang destinasi yang akhirnya rusak, raib dan kadang tidak berfungsi sehingga mengurangi kenyamanan bahkan keamanan

BUKTI BANJARMASIN MULAI BERUBAH
Kota Banjarmasin sekarang memang beda! Semakin cantik! Sama persis dengan idiom Banjarmasin Bungas yang mulai popular di kalangan masyarakat tanah air. Bungas berasal dari kosakata bahasa Banjar yang artinya cantik.
Inilah beberapa ruang publik sekaligus ruang terbuka hijau baru yang menambah bungas Kota Banjarmasin

1. Komplek Siring Sungai Martapura, Jl. Piere Tendean dan Jl. Jendral Sudirman

Taman Siring Sungai Martapura
(Sumber Gambar : bocahpetualang.com)

Komplek siring di sisi Jl. Jendral Sudirman lebih dulu dibangun oleh pemko Banjarmasin, letaknya yang strategis di seberang jalan Komplek Masjid Sabilal Muhtadin. Ruang publik yang satu ini merupakan tempat favorit berbagai komunitas seni, fotografi, kuliner, otomotif, olahraga dan ketangkasan lainnya untuk berkumpul dan menunjukkan eksistensinya. Disini sering diadakan berbagai event pameran dan perlombaan untuk masyarakat. Setiap hari minggu pagi di lokasi ini merupakan salah satu area tempat penyelenggaraan car free day sehingga masyarakat Kota Banjarmasin yang ingin menikmati udara pagi sambil berolahraga atau mencicipi kuliner khas Kota Banjarmasin yang maknyus atau belanja di pasar terapung “baru” selalu tumpah ruah di tempat ini.

Menara Pandang
(sumber gambar : borneonews.co.id)

Sedangkan komplek siring Sungai Martapura di sisi Jl. Piere Tendean letaknya di seberang Sungai Komplek Siring Sungai Martapura sisi Jl. Jendral Sudirman. Komplek ini lebih lengkap dan lebih luas dibanding dengan yang di sisi Jl. Jendral Sudirman. Cocok untuk wisata murah bersama keluarga tercinta. Icon ruang publik yang diresmikan tahun 2014 ini adalah menara pandang yaitu bangunan berlantai 4 dangan tinggi 21 m dengan arsitektur Banjar modern yang bisa di gunakan untuk bebagai aktifitas, seperti pameran, atraksi musik, seni dan budaya, perlombaan dan tentunya untuk melihat view Kota Banjarmasin dari ketinggian dengan cara berbeda.

    Rumah Anno 1925
      (Sumber Gambar : tribunnews.com)

Selain itu di komplek ini juga terdapat 2 Rumah ber-arsitektur Banjar yang dudah cukup tua, yang biasa disebut masyarakat dengan rumah Anno 1925 dan rumah hijau. Selain itu, komplek ini juga dilengkapi dengan taman dengan tanaman hijau yang rindang dan luas, sarana ibadah, dan tentunya toilet. Setiap hari Minggu pagi dan hari libur lainnya, tempat ini selalu penuh dengan aktifitas masyarakat. Khusus di hari Minggu di sini terdapat pasar terapung “baru” yang siap memanjakan pengunjung dengan sensasi belanja hasil pertanian/perkebunan dari pedalaman plus souvenir atau oleh-oleh cantik khas Kalimantan di atas perahu.

(Sumber Gambar : batumeranti.desa.id)

      
 (Logo Dufan: Sumber Gambar : hoetravel.com)

Dari titik ini pengunjung juga bisa memulai wisata susur sungai bersama keluarga mengelilingi Kota Banjarmasin untuk melihat-lihat rutinitas masyarakat Banjar dengan berbagai pernik budaya sungainya yang khas seperti melihat lanting (rumah terapung), maunjun (menangkap ikan khas masyarakat Banjar) atau mengunjungi pasar terapung di Sungai Barito, Kuin lanjut ke Pulau Kembang, pulau kecil ditengah-tengah Sungai Barito yang menurut cerita daerah dari mulut ke mulut yang berkembang di masyarakat Banjar merupakan sepasukan tentara penjajah bersama kapal angkutnya yang dikutuk menjadi monyet. Pulau ini menjadi habitat beberapa jenis monyet termasuk bekantan (Nasalis larvatus) atau si monyet belanda (karena berhidung mancung) icon Kalimantan Selatan yang juga menjadi logo wahana hiburan "Dunia Fantasi (Dufan)" Ancol . Pasar terapung Lok Baintan atau mengunjungi destinasi wisata kuliner Soto Banjar “Bang Amat” di daerah Banua Hanyar ada juga destinasi Museum WASAKA (Waja Sampai Kaputing), yaitu museum perjuangan rakyat Banjarmasin dan Kalimantan Selatan.

2. Taman Maskot Patung Bekantan

 Finishing Patung Bekantan Raksasa
(Sumber Gambar : beritaborneo.com)

Komplek taman dengan icon patung bekantan raksasa setinggi 8 meter ini masih berada di Jl. Pierre Tendean, dengan Komplek Taman siring Martapura sisi Jl. Piere Tendean yang ada menara pandangnya dipisahkan oleh ruas jembatan atau tepatnya di seberang Taher Square. Di komplek taman ini selain terdapat patung bekantan raksasa yang menyemburkan air dari mulutnya juga terdapat sarana olahraga dan seni, seperti arena basket dan panggung hiburan. Ruang publik yang masih dalam tahap finishing ini sangat cocok untuk wisata keluarga.
3. Taman Siring Sei Baru
Taman siring Sungai Martapura di Sei Baru (Sungai Baru) sebenarnya masih satu alur dengan 2 Komplek taman siring sebelumnya. Posisinya dipisahkan oleh ruas Jl. Ahmad Yani. Di paal (kilo meter) 1. Komplek ruang publik yang satu ini masih dalam tahap pembangunan. Kampung Sei Baru, dulunya dikenal sebagai “kampung ketupat” di Kota Banjarmasin. Sekarang, Kampung ketupat Sei Baru masih ada dan tetap eksis, hanya sebagian saja (di bantaran sungai) yang harus direlokasi karena terkena proyek pembangunan taman siring Sei Baru
Inilah  realitas wajah ruang publik di Kota Banjarmasin, Kota tua di ujung selatan Pulau Kalimantan yang terus berusaha berbenah mencari jati dirinya dengan menggali semua potensi budaya yang dimilki untuk meneruskan peradaban dan keberlangsungan harmoni masyarakatnya dalam bingkai kemakmuran dan kemaslahatan bersama. Selamat ulang tahun yang ke 489, Kota Banjarmasin! Semoga semakin Bungas dan langkar. Amin..

"Waja Sampai Kaputing" 


Catatan :






Artikel ini mendapatkan penghargaan juara ke-2 dalam Blog Contest dalam rangka memperingati Hari Habitat Dunia 2015 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bekerja sama dengan Kompasiana. Di posting pertama kali di Kompasiana  pada hari terakhir . Untuk menyaksikan video penyerahan hadiah yang dilaksanakan di Wisma Werdhapura, Jl. Tamblingan 49, Sanur, Denpasar Bali, bisa klik di sini
Link pengumuman lomba, klik disini
Link pengumuman pemenang, klik disini





Resume artikel ini bersama-sama dengan resume artikel  juara lainnya dipajang di ajang pameran HHD 2015 yang berlokasi di Wisma Werdhapura, Jl. Danau Tamblingan No.49 Sanur, Denpasar, Bali. Tanggal 09-12 Oktober 2015


Minggu, 23 Agustus 2015

Sensasi Menakjubkan dari Kota Seribu Sungai, Banjarmasin Bungas!

gambar diambil dari sini

Kota “Seribu Sungai” itulah julukan Kota Banjarmasin yang dikenal dunia! Kota tua yang juga dikenal sebagai kota perdagangan di Pulau Kalimantan ini mempunyai banyak keunikan yang benar-benar tidak bisa ditemui didaerah lain di Indonesia bahkan belahan dunia manapun. 
Sebagian besar wilayah Ibu Kota Propinsi Kalimantan Selatan ini merupakan dataran rendah bahkan posisi daratannya 60cm dibawah permukaan laut. Unik bukan? Ada sebuah Kota yang rata-rata ketinggian daratannya di bawah permukaan air laut? Hal inilah yang menyebabkan sebagian besar wilayah Kota Banjarmasin berupa lahan basah atau rawa-rawa yang selalu digenangi air. Kalau di lihat dari udara, wilayah Kota Banjarmasin seperti sekumpulan pulau-pulau kecil yang disatukan oleh liukan sungai-sungai besar maupun kecil yang begitu banyak jumlahnya.

Kondisi alam Kota Banjarmasin yang didominasi oleh rawa-rawa dan sungai inilah yang menjadi, titik awal terbentuknya budaya air/sungai di Kota Banjarmasin. Sungai dan rawa-rawa telah menjadi urat nadi bagi kehidupan masyarakat Kota Banjarmasin dan sekitarnya. Wujud nyata budaya sungai yang sampai detik ini masih eksis dan  bisa dinikmati adalah keberadaan pasar terapung “alami” di Muara Sungai Kuin dan Lok Baintan yang sekarang menjadi ikon pariwisata terpenting di Kota Banjarmasin dan Kalimantan Selatan. Pasar terapung “alami” merupakan salah satu produk dari budaya sungai khas Kota Banjarmasin yang tidak akan bisa ditemukan di daerah lain di belahan bumi manapun. Dengan menggunakan jukung/kelotok (sejenis perahu kecil bermesin tempel), selepas subuh para pedagang dan pembeli melakukan transaksi di atas air dengan ditingkahi riak-riak ombak sungai. Uniknya lagi sebagian besar transaksi di sini awalnya dilakukan secara “barter” tanpa uang sepeserpun. Tapi seiring dengan meroketnya pamor pasar terapung sejak djadikan ID station salah satu TV swasta nasional di awal 90-an yang ditandai dengan banyaknya turis dan wisatawan lokal maupun mancanegara yang datang untuk melihat dan berinteraksi secara langsung, proses transaksi “barter” mulai bergeser menjadi transaksi menggunakan uang tunai. Transaksi barter akhirnya terbatas hanya untuk sesama pedagang saja. Pergeseran tidak hanya terjadi pada alat dan proses transaksinya saja. Barang-dagangan yang dibawa oleh pedagang juga semakin beraneka rupa. Jika awalnya hanya hasil alam seperti buah-buahan, sayuran dan ikan-ikan sungai sekarang berkembang menjadi semakin lengkap,  mulai dari sembako, mainan anak-anak bahkan berbagai kuliner khas suku Banjar seperti soto Banjar, wadai (kue) khas Banjar dll. Berinteraksi dengan pedagang dan pembeli lain yang rata-rata menggunakan bahasa Banjar dari atas kelotok yang ditingkahi riak ombak sungai akan memberi sensasi dan pengalaman menakjubkan yang tidak akan terlupakan seumur hidup. Unik, tidak biasa dan sensasional!

Sensasi menakjubkan dari Kota Banjarmasin tidak hanya pasar terapung “alami” saja. Sekarang yang sedang naik daun dan lagi digandrungi wisatawan adalah wisata susur sungai, yaitu mengunjungi titik-titik tempat wisata di Kota Banjarmasin melalui jalur sungai dengan menggunakan taksi air, yaitu sejenis perahu bermesin dengan kapasitas penumpang sekitar 20-25 penumpang. Uniknya, taksi air disini tidak ada trayek khusus, rute sesuai permintaan pengunjujng dan asiknya lagi, tarifnyapun bisa nego alias tawar menawar.. Ada beberapa titik pangkalan taksi air yang bisa melayani wisata susur sungai ini dantaranya bisa mulai dari titik siring tendean di seberang Masjid SabilalMuhtadin, bisa juga mulai dari Warung Soto Banjar “Bang Amat” di daerah Banua Anyar salah satu icon wisata kuliner di Kota Banjarmasin. Sepanjang perjalanan menyusuri sungai-sungai di Kota Banjarmasin, kita akan disuguhi fragmentasi alamiah produk budaya sungai khas Kota Banjarmasin. Kita bisa melihat dari dekat aktifitas kehidupan sehari-hari masyarakat Kota Banjarmasin secara langsung, seperti uniknya cara suku Banjar menangkap ikan dengan berbagai alat penagkap ikan tradisional, “rumah lanting” yaitu rumah terapung di tengah sungai,  bermacam-macam arsitektur rumah adat Banjar  yang telah berusia ratusan tahun dan banyak lagi yang lainnya. Penasaran? Pasti…..  

Selain eksotisme produk budaya sungai, Kota Banjarmasin juga mempunyai destinasi wisata kuliner yang wajib untuk di kunjungi dan dinikmati sensasinya.  Selain Lontong Orari yang sudah melegenda, Banjarmasin juga mempunyai kuliner soto khas suku Banjar, yang dikenal dengan “Soto Banjar”. Selain rasanya yang sensasional ada yang unik dalam pembuatan soto khas masyarakat Kalimantan Selatan ini, yaitu kuahnya yang terbuat dari campuran susu cair dan berbagai rempah-rempah alami khas Kalimantan Selatan. Menikmati sedapnya Soto Banjar akan semakin lengkap bila dipadukan dengan pilihan tempat yang tepat yaitu di tepi sungai yang teduh dan sejuk. Makan soto Banjar sambil melihat atraksi burung elang yang berputar-putar mengincar mangsa di balik permukaan air atau lalu-lalang perahu kelotok atau taksi air yang membawa penumpang, menawarkan kesegaran pada  otak dan mata kita dan akan memberi efek relaksasi yang menenangkan. Hemmmmmh….. mau mencoba sensasinya?
Selain Soto Banjar yang sudah banyak dikenal, Kota Banjarmasin sebenarnya masih mempunyai banyak produk kuliner yang sangat layak untuk dicoba dan kalau perlu dijadikan sebagai oleh-oleh untuk keluarga di dirumah. Salah satu diantaranya adalah wadai-wadai khas Banjar yang terkenal dengan citarasa manis legit. Sebut saja bingka barandam, lam, bingka kentang, pais pisang, kelelepon buntut, tapai gambut,dll  Sudah menelan ludah….? Ha…ha…ha….ini belum seberapa! Karena kalau merasakan wadai-wadai aslinya pasti akan nambah, nambah dan nambah lagi menelan ludahnya…….

Inilah Kota Banjarmasin, Venesia dari bagian selatan Pulau Kalimantan yang tidak cukup sehari dua hari untuk meng-eksplorasi sensasi keunikannya…..lebih lama singgah di Banjarmasin akan lebih sensasional perjalanan kita! Yuk jalan-jalan ke Banjarmasin! 













Jumat, 03 April 2015

Jerry Kamit - Datun Julud Sape (audio only)


Musik sape' yang satu ini akan membuat semua pendengarnya seperti terbang melayang di langit Kaliomantan yang eksotis! Memandangi lebatnya hutan hujan tropis, paru-paru dunia yang tersisa di bumi kita! Mari selamatkan alam kita, hutan kita, pohon-pohon kita kawan!