Selasa, 26 Januari 2016

Datsun Risers Expedition, Menikmati Eksotisme Jantung Kalimantan dengan Cara Berbeda

 

MENGENAL EKSOTISME KEKAYAAN ALAM DAN BUDAYA PULAU KALIMANTAN

Pulau Kalimantan Selama ini telah dikenal luas sebagai pulau yang kaya dengan berbagai kekayaan alam. Perut bumi Pulau Kalimantan adalah lumbung energi bagi dunia. Berbagai hasil tambang mineral dan migas semuanya ada. batubara, emas, bauksit,  pasir besi,  minyak bumi dan gas alam semuanya tersedia melimpah ruah dengan deposit jutaan metrik ton yang tidak akan habis dalam hitungan puluhan tahun. 

Untuk kekayaan alam yang diperbarui, Pulau Kalimantan tiada tandingannya!  Hutan hujan tropis Kalimantan dikenal luas sebagai paru-paru dunia. Sebagi penyangga stabilitas iklim dunia keberadaan hutan hujan tropis Kalimantan bukan hanya domain Indonesia,  tapi sudah go internasional. Ini merupakan modal besar bagi pulau Kalimantan dan Indonesia dalam menjalankan peran politik lingkungan dunia.  Inilah salah satu kartu truf Indonesia dalam menjaga kedaulatan bangsa dan negara dimata dunia. Selain itu, hutan hujan tropis Kalimantan juga berfungsi sebagai area konservasi bagi plasma nutfah berbagai spesies hayati (flora) dan hewani (fauna) endemik Pulau Kalimantan yang secara kuantitas mulai terancam punah sehingga perlu perlindungan ekstra. Sebut saja spesies orang utan,  bekantan atau si monyet belanda yang berhidung mancung, gajah Kalimantan,  burung enggang atau hornbill yang begitu diagungkan oleh saudara  kita suku dayak. Untuk spesies hayati,  Kalimantan  adalah rumah bagi ratusan jenis anggrek eksotis yang sifatnya endemik seperti anggrek hutan meratus,  tabat barito atau tongkat ali si pohon ajaib yang diakui masyarakat bisa menjaga dan menambah vitalitas orang dewasa,  pohon kayu besi atau kayu ulin  yang sudah sangat langka (konon,  salah satu penyebab kelangkaanya adalah pertumbuhan pohon ini yang hanya bisa tumbuh 1cm saja dalam setahun), kayu meranti,  balau,  bengkirai dsb.



Soal budaya?  Jangan tanya lagi!  Siapa yang belum mendengar eksotisnya budaya dayak? Budaya Banjar? Budaya Kutai? Pasar terapung, uma betang atau lamin, alat musik Sampeq? Semuanya merupakan hasil dari olah budaya penduduk asli Pulau Kalimantan. Hanya itu? Tentu tidak! Kekayaan bahasa,  kesenian,  kerajinan tangan,  arsitektur bangunan dan keragaman budaya lainnya tidak akan pernah bisa habis untuk di eksplorasi keindahannya. 
Inilah sekelumit dari sejuta cerita eksotisme tentang Pulau Kalimantan,  sejengkal surga yang jatuh di bumi nusantara. Tertarik untuk mengeksplorasinya?  ikuti kami bersama #DatsunRisersExpedition dan #KompasianaBlogTrip menjelajahi eksotisme alam dan budaya Pulau Kalimantan dengan cara yang benar-benar berbeda. Asyik dan menantang! 

BALIKPAPAN KOTA BERIMAN YANG MENAWAN

Welcome to Balikpapan

Perjalanan resmi hajatan bertajuk #DatsunRisersExpedition" Round III yang kembali bekerja sama dengan Kompasiana, media blogger paling berpengaruh di Indonesia.  Untuk etape 1 yang dimulai dari Kota Samarinda menuju Kota Tanjung Redeb di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Berlangsung dari tanggal 11-15 Januari 2016 memang tidak melewati Kota Balikpapan. Hanya saja sepertinya kurang afdhol kalau kita harus melewatkan "pintu masuk eksotis" para risers #DatsunRisersExpedition dibumi Kalimantan.

Balikpapan Kota Beriman

Kota Balikpapan. Kota dengan tagline maskot Balikpapan Kota Beriman ini merupakan salah satu pintu masuk ke Pulau Kalimantan selain Kota Banjarmasin si Kalimantan Selatan. Sebagai kota yang terus berkembang dengan pesatnya,   saat ini Kota Balikpapan telah  menjadi simpul sekaligus parameter pembangunan ekonomi regional Kalimantan dan Indonesia bagian timur. Sinergi pemerintah dengan rakyatnya yang begitu dahsyat,  menjadikan Kota Balikpapan sebgai salah satu destinasi kota tercerdas di Indonesia dengan indeks pembangunan manusia,  ekonomi sosial dan budaya yang mumpuni diatas rata-rata kota lain di Indonesia. Tak pelak, situasi ini menjadikan Kota Balikpapan sebagai kota Harapan bagi para pendatang yang datang dari berbagai daerah Indonesia untuk mengadu peruntungan.

Inilah Kota Balikpapan,  miniatur Indonesia yang telah berhasil menjadi inspirasi bagi pembangunan daerah berkelanjutan dengan mensinergikan berbagai potensi yang bertebaran didalamnya! Silakan ambil yang baik dan sesuai dengan sosio kulture masyarakat daerah masing-masing  untuk di terapkan dan diaplikasikan. Mau? 

SINGGAH SI KOTA TEPIAN 

Perjalanan hari ini,  dari Kota Balikpapan para risers langsung menuju Kota Samarinda si Kota Tepian, Ibu Kota Propinsi Kalimantan Timur.  Kota yang berada di tepian Sungai Mahakam ini mempunyai sejarah panjang sebagai kota perdagangan yang sangat penting bagi pergerakan dan pertumbuhan perkonomian regional Kalimantan. Posisi strategis Kota Samarinda yang tepat berada  di jalur lalu lintas lersagangan antar pulau dan antar daerah di pedalaman Kalimantan,  menjadikan pelabuhan sungai Mahakam sebagai pelabuhan tersibuk di jamannya dan Sungai Mahakam sebagai salah satu sungai telebar dan terpanjang di Indonesia sangat mendukung untuk kepentingan itu. Selain itu,  Sungai Mahakam juga menyimpan spesies unik dan langka yang hampir punah, pesut mahakam. Binatang mamalia air yang lebih kita kenal sebagai ikan duyung ini dengan mati-matian dijaga kelestariannya oleh masyarakat Samarinda. Mau ikut serta menjaganya, kompasianer? 

Islamic Centre Samarinda di tepian Sungai Mahakam

Sekarang,  sebagai kota yang bergerak maju menyonngsong peradaban modern,  Kota Samarinda juga bersolek dengan membenahi berbagai sarana dan prasarana kota untuk mendukung proyeksi pembangunan wilayah diberbagai bidang, yang paling preatisius adalah pembangunan proyek Islamic Centre dan fly over yang sekarang mulai dikebut. Selain sebagi pusat kegiatan keagamaan Islamic Centre yang berada di tepian Sungai Mahakam atau tepatnya si jalan Slamet Riyadi ini telah menjadi landmark bagi kota Samarinda yang berhasil menjadi daya tarik pariwisata baru bagi masyarakat. Samarinda memang khas dan akan selalu ngangeni siapa saja yang pernah berkunjung ke kota cantik ini, apalagi kalu sudah pernah merasakan lezatnya kerupuk ikan belida khas Samarinda, amplang kuku macan? 
Selama di Samarinda para risers,  berkunjung ke dealer NISSAN di kawasan Sempaja,  pemilik brand Datsun yang posisinya tidak jauh dari GOR Sempaja yang terkenal itu.  Selain makan siang dan sholat,  selama berkunjung ke dealer Datsun tersebut,  para riser juga mendapatkan pembekalan sekaligus materi pola koordinasi untuk kepentingan keselamatan dan kenyamanan para risers dalam menggenjot pedal gas Datsun Go Panca yang menjadi tunggangan selama touring #DatsunRisersExpedition. 


BERPETUALANG KE NEGERI BATUBARA,  SANGATTA

Sekitar pukul 13.30 WITA rombongan #DatsunRisersExpedition yang berjumlah 5 mobil plus beberapa mobil Offcial berangkat menuju Kota Sangatta di daerah Kutai yang berjarak sekitar 250km.  Selama perkalanan kami di mobil 4 yang mempunyai julukan "#JagawRisers" tidak mengalami kendala yang berarti. Dengan laju kendaraan yang sifatnya koordinatif dengan rata-rata kecepatan antara 50-60 km/jam kami bisa menikmati kenyamanan berkendara berkelas yang disediakan oleh rancangan Datsun Go Panca yang elegan dan tetap aman. 


Tipikal jalan menuju Kota Sangatta dari Kota Samarinda didominasi oleh tanjakan dan turunan yang dikombinasi dengan tikungan-tikungan tajam yang berkelok-kelok,  kami bisa dibilang sangat jarang bertemu dengan jalur lurus datar dengan panjang lebih dari 500meter!  Keren kan? Tapi itulah hebatnya Datsun Go Panca, dengan medan yang lumayan ekstrim dan menantang seperti ini tetap bisa berakselerasi secara maksimal, hebatnya lagi tetap bisa memberikan kenyamanan dan keamanan maksimal kepada semua penumpang yang ada di dalam kabin. Good Job,  Datsun! Akhirnya,  sekitar Maghrib kami mulai memasuki kota Sangatta,  negeri kecil penghasil batubara terbesar di Kalimantan Timur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar